• Rabu, 21 Oktober 2026

Harga Batu Bara Melonjak 3,41%, Dipicu Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan LNG

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 20 Maret 2026 | 11:09 WIB
Harga Batu Bara Melonjak 3,41%, Dipicu Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan LNG
Harga Batu Bara Melonjak 3,41%, Dipicu Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan LNG

Departemen Energi AS bahkan memanfaatkan Federal Power Act dan menetapkan status darurat energi untuk mempertahankan operasional pembangkit.

Salah satu contohnya adalah PLTU di Centralia, Washington, yang tetap beroperasi hingga pertengahan Juni meskipun sebelumnya dijadwalkan ditutup dan dikonversi ke gas alam.

Dinamika Pasar China

Dari China, pasar batu bara menunjukkan pergerakan yang berbeda antara segmen termal dan kokas.

  • Batu bara termal mulai mengalami kenaikan harga di tingkat tambang, didorong oleh aktivitas restocking pembangkit listrik.

  • Namun, kenaikan masih terbatas karena stok pelabuhan yang tinggi dan permintaan listrik yang belum pulih sepenuhnya.

Sementara itu:

  • Batu bara kokas justru terus menguat karena ditopang permintaan stabil dari industri baja.

  • Meski demikian, muncul tekanan di segmen premium karena pembeli mulai beralih ke kualitas lebih rendah demi efisiensi biaya.

Peluang dan Batas Kenaikan

Bagi pasar global, termasuk eksportir utama seperti Indonesia, kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap dukungan harga batu bara.

Namun, potensi kenaikan besar diperkirakan tetap terbatas karena:

  • Pasokan global yang masih melimpah

  • Transisi ke energi alternatif

  • Permintaan yang lebih selektif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X