• Selasa, 20 Oktober 2026

Perbedaan Ketinggian Hilal Berpotensi Picu Perbedaan Idul Fitri 1447 H

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 20 Maret 2026 | 00:37 WIB
Perbedaan Ketinggian Hilal Berpotensi Picu Perbedaan Idul Fitri 1447 H
Perbedaan Ketinggian Hilal Berpotensi Picu Perbedaan Idul Fitri 1447 H

Jakarta, MAHATVA.ID – Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama Republik Indonesia, Cecep Nurwendaya, menyampaikan bahwa perbedaan ketinggian hilal berpotensi menyebabkan perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah di berbagai wilayah dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kamis (19/3/2026).

“Perbedaan ketinggian ini (hilal) memungkinkan terjadinya perbedaan penetapan awal Syawal di berbagai belahan dunia,” ujar Cecep.


Posisi Hilal Ditentukan Sejak Ijtimak

Secara astronomi, konjungsi atau ijtimak terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 01.23.23 waktu universal (UT). Momen ini menjadi dasar dalam menghitung kemungkinan terlihatnya hilal di berbagai wilayah.

Cecep menjelaskan, salah satu faktor utama dalam menentukan visibilitas hilal adalah ketinggian bulan saat matahari terbenam.

  • Semakin tinggi posisi hilal dari ufuk, semakin besar peluang terlihat

  • Ketinggian hilal bervariasi dari -2,2 derajat (Selandia Baru) hingga 12,2 derajat (Amerika)


Elongasi Jadi Penentu Ketebalan Hilal

Selain ketinggian, faktor lain yang turut memengaruhi adalah elongasi, yaitu sudut jarak antara bulan dan matahari.

“Elongasi semakin besar, maka hilal akan semakin tebal dan peluang terlihatnya semakin tinggi,” jelas Cecep.

Data menunjukkan elongasi hilal di berbagai wilayah dunia berada pada rentang:

  • 3,4 derajat hingga 15,1 derajat


Penentuan 1 Syawal Masih Menunggu Sidang Isbat

Hari ini bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 Hijriah, yang menjadi penentu apakah bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) atau berakhir hari ini.

Meski secara hisab telah dihitung, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang menggabungkan:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X