• Rabu, 21 Oktober 2026

Jelang Lebaran 2026, Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi Stabil di Kisaran Rp140 Ribu

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 19 Maret 2026 | 17:54 WIB
Jelang Lebaran 2026, Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi Stabil di Kisaran Rp140 Ribu
Jelang Lebaran 2026, Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi Stabil di Kisaran Rp140 Ribu

Jakarta, MAHATVA.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging sapi relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, meskipun ditemukan harga mencapai Rp160.000 per kilogram di sejumlah pasar.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa harga tinggi tersebut berlaku untuk kategori daging premium atau pesanan khusus konsumen.

“Harga daging sapi sebenarnya sudah aman, rata-rata Rp140.000 per kilogram. Kalau yang khusus atau super, memang tidak diatur, bisa Rp150.000 hingga Rp190.000,” ujarnya saat ditemui di Pasar Mayestik, Selasa (17/3/2026).

Harga Tinggi karena Permintaan Khusus

Ketut menuturkan, harga Rp160.000/kg yang ditemukan di pedagang terjadi karena adanya permintaan khusus, seperti daging tanpa lemak atau bagian tertentu yang telah dibersihkan.

“Kalau konsumen minta dikurangi lemak atau custom, tentu harganya berbeda,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa daging dengan harga standar tetap tersedia di pasar, meskipun masih terdapat bagian lemak.

Stok Daging Sapi Dipastikan Aman

Bapanas menjamin ketersediaan daging sapi nasional dalam kondisi aman hingga pasca-Lebaran. Pasokan berasal dari:

  • Sapi lokal (NTB dan NTT)

  • Importasi sapi hidup

Meski sempat mengalami kenaikan dari Rp135.000 menjadi Rp140.000/kg, harga kini disebut telah stabil di kisaran tersebut.

Harga Daging Ayam Rp40 Ribu per Kg

Selain daging sapi, Bapanas juga memantau harga daging ayam yang relatif stabil secara nasional di kisaran Rp40.000–Rp41.000/kg.

Namun, harga di wilayah Indonesia Timur cenderung lebih tinggi akibat faktor distribusi dan logistik.

“Di Jawa rata-rata Rp40.000–41.000, bahkan ada yang Rp39.000,” tambah Ketut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X