• Rabu, 21 Oktober 2026

Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Kemenag Imbau Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 19 Maret 2026 | 16:46 WIB
Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Kemenag Imbau Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi
Sidang Isbat Lebaran 2026 Digelar 19 Maret, Kemenag Imbau Masyarakat Tunggu Keputusan Resmi

Jakarta, MAHATVA.ID – Kementerian Agama Republik Indonesia akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 pada Kamis, 19 Maret 2026.

Sidang penentuan awal Syawal tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan hijriah, termasuk Idulfitri.

“Sidang isbat merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Gunakan Metode Hisab dan Rukyat

Penetapan 1 Syawal dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan sabit).

Sidang ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam, guna menghasilkan keputusan yang komprehensif dan menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia.

Posisi Hilal Sudah di Atas Ufuk

Berdasarkan data Tim Hisab Rukyat Kemenag, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB.

Sementara itu, saat rukyatul hilal, posisi bulan diperkirakan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia, dengan:

  • Ketinggian hilal: 0° 54’ 27” hingga 3° 7’ 52”

  • Sudut elongasi: 4° 32’ 40” hingga 6° 6’ 11”

Pengamatan hilal akan dilakukan di berbagai titik di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, melibatkan kantor wilayah Kemenag, pengadilan agama, hingga ormas Islam.

Imbau Tunggu Hasil Resmi

Arsad menegaskan bahwa hasil rukyat dari seluruh daerah akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat sebelum diputuskan secara resmi.

“Kalau ditanya kapan Idulfitri, kami imbau masyarakat menunggu hasil Sidang Isbat pada 19 Maret 2026,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X