• Rabu, 21 Oktober 2026

Eni Resmi Ambil FID Proyek Gas Raksasa di Kaltim, Investasi Tembus Rp230 Triliun

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 19 Maret 2026 | 07:38 WIB
Eni Resmi Ambil FID Proyek Gas Raksasa di Kaltim, Investasi Tembus Rp230 Triliun
Eni Resmi Ambil FID Proyek Gas Raksasa di Kaltim, Investasi Tembus Rp230 Triliun

Jakarta, MAHATVA.ID – Perusahaan energi global Eni resmi mengambil Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas laut dalam Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur.

Keputusan investasi ini diambil hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024, menandai percepatan signifikan pengembangan proyek migas laut dalam di Indonesia.

Pengembangan proyek ini akan memanfaatkan teknologi laut dalam serta infrastruktur yang sudah ada, termasuk fasilitas Jangkrik FPU dan optimalisasi fasilitas LNG di Bontang LNG Plant.

Untuk South Hub (Gendalo–Gandang), proyek akan dilakukan di kedalaman 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran 7 sumur produksi yang terhubung ke fasilitas Jangkrik.

Sementara itu, North Hub (Geng North–Gehem) mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700 hingga 2.000 meter. Proyek ini akan terhubung dengan FPSO baru yang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari dan 90.000 barel kondensat per hari.

Potensi Raksasa: 10 TCF Gas

Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik (TCF) gas dan 550 juta barel kondensat.

Produksi dijadwalkan mulai pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar:

  • 2 miliar kaki kubik gas per hari

  • 90.000 barel kondensat per hari

Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat melalui jaringan pipa untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung ekspor LNG. Kondensat akan diproses di fasilitas lepas pantai sebelum dikirim menggunakan kapal tanker.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyambut baik keputusan investasi tersebut.

“Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, proyek ini menjadi sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi hulu migas di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X