• Rabu, 21 Oktober 2026

Sidak Pasar Cibinong, Pemkab Bogor Temukan Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Minyak Kita Jelang Lebaran

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 18 Maret 2026 | 12:56 WIB
Sidak Pasar Cibinong, Pemkab Bogor Temukan Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Minyak Kita Jelang Lebaran
Sidak Pasar Cibinong, Pemkab Bogor Temukan Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Minyak Kita Jelang Lebaran

Bogor, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Rakyat Cibinong, Selasa (17/3/2026), guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor Mely Kamelia, serta jajaran Direksi Perumda Pasar Tohaga.

Dalam sidak tersebut, Pemkab Bogor menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan.

Minyak goreng bersubsidi Minyak Kita mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 menjadi sekitar Rp19.000 per liter.

Selain itu, cabai rawit juga mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, dari sebelumnya Rp95.000–Rp100.000 per kilogram menjadi sekitar Rp120.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada ayam broiler yang sebelumnya dijual sekitar Rp38.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp45.000 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya seperti beras, daging sapi, bawang merah, dan telur ayam terpantau masih relatif stabil.

Ketersediaan Bahan Pokok Masih Aman

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan bahwa secara umum kondisi ketersediaan bahan pokok di pasar masih aman dan mencukupi.

Menurutnya, komoditas seperti beras dan terigu masih dalam kondisi stabil, sementara pasokan daging sapi dan ayam tetap tersedia meskipun harga mulai mengalami kenaikan.

“Secara umum ketersediaan barang cukup, hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai rawit dan minyak goreng,” ujar Ajat.

Ia juga menyoroti distribusi Minyak Kita yang sempat tersendat akibat keterbatasan pasokan dari Perum Bulog. Pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar distribusi kembali normal.

“Kenaikan harga menjelang Idul Fitri merupakan fenomena yang wajar seiring meningkatnya permintaan masyarakat. Hal ini juga menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan,” jelasnya.

Disdagin Pantau Harga Selama Cuti Bersama

Kepala Disdagin Kabupaten Bogor Mely Kamelia menjelaskan bahwa sesuai arahan Kementerian Perdagangan, pemantauan harga bahan pokok tetap dilakukan selama masa cuti bersama Idul Fitri, yakni pada 18–20 Maret 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X