• Rabu, 21 Oktober 2026

Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Desak Sekutu Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 18 Maret 2026 | 12:28 WIB
Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Desak Sekutu Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz
Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Desak Sekutu Amankan Jalur Minyak Selat Hormuz

Analis militer dari Royal United Services Institute, Matthew Savill, mengatakan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln sebenarnya dapat menyerang Iran dari jarak sekitar 200 kilometer dari Oman dengan risiko relatif kecil.

“AS belum melakukannya karena kelompok serang kapal induk Abraham Lincoln dapat berada 200 km dari Oman dan menyerang Iran dengan sedikit risiko,” ujar Savill seperti dikutip The Guardian.

Di sisi lain, Gedung Putih dinilai gagal mengantisipasi respons Iran. Meski memiliki keterbatasan dalam kekuatan militer konvensional, Teheran diperkirakan akan menargetkan pangkalan militer AS, negara sekutu, hingga kapal dagang untuk menekan Barat.

Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bahkan dilaporkan telah menyiapkan skenario suksesi berlapis sebagai langkah antisipasi jika konflik berkembang menjadi perang berkepanjangan.

Dalam dua pekan terakhir, AS memfokuskan serangan pada target angkatan laut dan fasilitas rudal Iran. Namun strategi ini dinilai belum mampu meredam ancaman asimetris terhadap kapal dagang sipil.

Menurut laporan Lloyd’s List, sedikitnya 16 kapal telah diserang dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut membuat banyak kapal tanker memilih menghindari Selat Hormuz.

Sementara itu, Menteri Energi AS Chris Wright menyebut pengawalan kapal tanker kemungkinan baru dapat dilakukan pada akhir bulan ini setelah operasi militer tambahan dilakukan.

Iran sendiri memiliki berbagai opsi serangan skala kecil, mulai dari kapal cepat milik Garda Revolusi, drone udara, hingga ranjau laut.

Namun indikasi terbaru menunjukkan penggunaan drone laut atau kapal tanpa awak menjadi salah satu metode paling efektif. Teknologi tersebut diduga telah digunakan dalam serangan terhadap kapal tanker asal Thailand pekan lalu.

Kondisi ini mencerminkan minimnya koordinasi dan kesiapan sekutu dalam menghadapi eskalasi konflik. Sejumlah analis menilai tanpa strategi yang jelas, langkah AS justru berisiko memperluas konflik sekaligus meningkatkan ancaman terhadap jalur distribusi energi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X