MAHATVA.ID – Dilansir dari Human Rights Activists News Agency (HRANA), sedikitnya 117 serangan terjadi dalam 51 insiden di 23 provinsi di Iran selama 24 jam terakhir hingga 4 Maret 2026 pukul 17.00 ET.
Laporan tersebut menyebutkan serangan tersebut mengakibatkan setidaknya 57 korban jiwa dan luka-luka, baik dari kalangan sipil maupun militer. Data ini merupakan bagian dari pemantauan konflik yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Secara kumulatif sejak konflik dimulai, jumlah warga sipil yang dilaporkan tewas mencapai 1.114 orang, termasuk lebih dari 180 anak-anak, sebagian besar berusia di bawah 10 tahun. Selain itu, 926 laporan kematian lainnya masih dalam proses verifikasi untuk memastikan identitas korban serta statusnya sebagai sipil atau militer.
31 Warga Sipil Tewas dalam 24 Jam
Dalam laporan terbaru yang dilansir HRANA, disebutkan bahwa dalam 24 jam terakhir terdapat 31 warga sipil tewas dan 25 warga sipil mengalami luka-luka, serta satu personel militer dilaporkan tewas.
Namun demikian, sebanyak 926 kasus korban jiwa dan luka-luka masih dalam tahap peninjauan karena keterbatasan informasi serta proses verifikasi identitas korban.
Puluhan Target Diserang
HRANA juga mencatat sedikitnya 51 target terdampak dari total 117 serangan udara dan rudal, yang sebagian besar menggunakan rudal jelajah.
Beberapa objek yang dilaporkan menjadi sasaran atau terdampak serangan antara lain:
Kawasan Industri Alborz di Qazvin
Kawasan industri di Urmia
Gudang logistik milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di Vardavard, Teheran
Garnisun Ashura di Najafabad
Basis Basij di Afsariyeh, Teheran
Selain fasilitas militer, sejumlah kawasan permukiman warga juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan langsung maupun dampak ledakan di sekitarnya.
Fasilitas Sipil Ikut Terdampak
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa beberapa fasilitas yang dilindungi hukum humaniter internasional dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya: