• Kamis, 22 Oktober 2026

Serangan AS-Israel Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Ada Pengkhianat di Balik Operasi Intelijen?

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 5 Maret 2026 | 11:10 WIB
Serangan AS-Israel Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Ada Pengkhianat di Balik Operasi Intelijen?
Serangan AS-Israel Tewaskan Ayatollah Ali Khamenei, Ada Pengkhianat di Balik Operasi Intelijen?

MAHATVA.ID – Dunia dikejutkan dengan kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat.

Serangan yang terjadi sekitar pukul 09.40 waktu Teheran itu menargetkan kompleks pusat pemerintahan yang menampung kantor dan kediaman Pemimpin Tertinggi, presiden Iran, serta Dewan Keamanan Nasional. Selain Khamenei, sejumlah pejabat militer senior Iran turut dilaporkan tewas, termasuk petinggi dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Hingga Senin, Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 787 orang tewas di berbagai wilayah, termasuk korban sipil dalam serangan di kota Minab.


Operasi Intelijen: Peran CIA dan Mossad

Media internasional menyebut bahwa operasi ini tidak lepas dari peran Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) yang diduga mengumpulkan informasi terkait pertemuan penting para elite militer Iran pada Sabtu pagi.

Informasi tersebut kemudian disebut dibagikan kepada badan intelijen Israel, Mossad, yang selama bertahun-tahun diketahui telah melakukan penetrasi intelijen di dalam negeri Iran.

Dalam pernyataannya di media sosial Truth Social, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa sistem intelijen dan pelacakan canggih AS bekerja erat dengan Israel dalam operasi tersebut.

Namun hingga kini belum jelas apakah informasi lokasi Khamenei diperoleh melalui penyadapan komunikasi, citra satelit, atau bantuan agen rahasia di dalam Iran.


Apakah Ada Pengkhianat di Lingkaran Dalam Iran?

Pertanyaan besar pun muncul: apakah ada kebocoran dari dalam sistem keamanan Iran?

Sejumlah analis menilai kecil kemungkinan target bernilai tinggi seperti Khamenei dapat dilacak tanpa dukungan intelijen manusia (human intelligence). Israel diketahui telah lama merekrut agen rahasia di Iran, bahkan memetakan kebiasaan lingkaran dalam kepemimpinan negara tersebut.

Selama konflik sebelumnya, beberapa ilmuwan nuklir Iran juga tewas dalam operasi terarah, memperkuat dugaan adanya infiltrasi jangka panjang.


Teknologi AI dan Kamera Kota Jadi Senjata Baru

Laporan media Barat juga menyebut Israel memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis data dalam jumlah besar, termasuk rekaman kamera lalu lintas di Teheran yang diduga telah diretas sejak lama.

Sistem yang disebut sebagai “mesin produksi target” ini menggabungkan intelijen visual, sinyal komunikasi, citra satelit, dan data agen lapangan untuk menghasilkan koordinat presisi tinggi.

Kemampuan ini sebelumnya juga digunakan dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran tahun lalu.


Netanyahu dan Serangan yang Sudah Direncanakan

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut telah lama meyakini bahwa negosiasi nuklir dengan Teheran tidak akan menghasilkan kesepakatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X