• Minggu, 11 Oktober 2026

Anton Sukartono Suratto Lakukan Peninjauan Korban Yang Terdampak Ledakan Gudang peluru Batalyon Artileri 

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 31 Maret 2024 | 15:40 WIB
Anton Sukartono Suratto Lakukan Peninjauan Korban Yang Terdampak Ledakan Gudang peluru Batalyon Artileri 
Anton Sukartono Suratto Lakukan Peninjauan Korban Yang Terdampak Ledakan Gudang peluru Batalyon Artileri 

Mahatva.id, Bogor - Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat (Jabar), Anton Sukartono Suratto lakukan peninjauan langsung ke lokasi Gudang peluru yang mengalami ledakan. Minggu, (31/03/2024). 

Peninjauan Anton Sukartono Suratto tersebut, sekaligus menyerahkan bantuan kepada para korban yang terdampak ledakan. 

Peninjauan langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat tersebut dilakukan untuk memastikan para korban yang terdampak atas insiden yang terjadi.

"Agenda hari ini saya mengunjungi para korban yang terdampak ledakan yang menimpa warga Desa Ciangsana," Ucap Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, yang sekaligus anggota Komisi 1 DPR RI.

"Saya pribadi turut prihatin atas kejadian yang menimpa warga Kp. Parung Pinang Desa Ciangsana kecamatan Gunung Putri. Atas ledakan yang terjadi di Gudang peluru Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya," Ujarnya.

Dalam agenda peninjauan yang dilakukan oleh Anton Sukartono Suratto, tampak terlihat ditemani Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu, Danramil 0621-05 Gunung Putri, Kepala Desa Ciangsana, serta tokoh-tokoh lainya. 

Diketahui, Ledakan besar terjadi di gudang peluru Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 07/155 GS Kodam Jaya di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (30/3/2024) malam WIB. Dalam video yang beredar, api membumbung tinggi akibat ledakan.

Pantauan mahatva.id, bahkan ledakan terdengar sampai beberapa kilometer. Sehingga warga Kp. Parung Pinang Desa Ciangsana, diungsikan dikediaman rumah Kepala Desa Ciangsana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X