Tak hanya itu, Indonesia juga siap mengevakuasi korban luka, anak-anak yatim, dan warga sipil Palestina untuk dirawat sementara di Indonesia. Presiden telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri untuk berkoordinasi dengan otoritas Palestina dan pihak-pihak terkait guna membahas mekanisme evakuasi tersebut.
“Kami siap mengevakuasi siapa pun yang membutuhkan, sesuai permintaan dan kebutuhan pemerintah Palestina,” jelasnya.
Sementara di Indonesia, Kembali Saat Kondisi Membaik
Presiden menegaskan bahwa evakuasi ke Indonesia bersifat sementara, dan para korban akan kembali ke Gaza ketika situasi memungkinkan. Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk nyata solidaritas sekaligus komitmen terhadap kemerdekaan Palestina.
“Peran aktif Indonesia bukan hanya soal solidaritas, tapi juga bentuk dukungan kita terhadap kemanusiaan dan kemerdekaan bangsa Palestina,” tandasnya.
Diplomasi Aktif Indonesia di Timur Tengah
Dalam lawatan ke kawasan, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin penting, termasuk Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan ini menjadi bagian dari diplomasi intensif Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam meredakan konflik dan membangun perdamaian di Timur Tengah.