• Sabtu, 17 Oktober 2026

Jems Masela: Penerima Bantuan Sebagai Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kelompok Rentan.

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 23:49 WIB
Jems Masela: Penerima Bantuan Sebagai Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kelompok Rentan.
Jems Masela: Penerima Bantuan Sebagai Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Kelompok Rentan.

MAHATVA.ID -Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat pelosok, sebuah aksi kemanusiaan hadir membawa harapan. Puluhan janda, duda, dan lansia di Desa Ritabel dan Ridol, Kecamatan Tanimbar Utara, menerima bantuan beras 5 kilogram sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Jems Masela, dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Komandan Lanal, sejumlah pengusaha lokal, hingga pegawai vertikal yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Bukan jumlah bantuannya yang menjadi inti, tapi ketulusan dan semangat untuk berbagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dari berbagai aspek—transportasi, logistik, hingga moral support,” ungkap Jems Masela.

Kepedulian Sosial di Tengah Ketimpangan Ekonomi

Kegiatan ini hadir sebagai respons atas kondisi sosial-ekonomi sebagian masyarakat Tanimbar yang masih berada di bawah garis sejahtera, khususnya kalangan lansia dan mereka yang hidup sendiri tanpa pendamping. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta akses terbatas terhadap layanan sosial membuat kelompok ini rentan terhadap tekanan hidup.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak perlu menunggu momentum besar. Kapan pun, di mana pun, setiap individu bisa menjadi jembatan kebaikan,” tambah Jems.

Bukan Sekadar Aksi, Tapi Komitmen Jangka Panjang

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Jems berharap aksi ini menjadi bagian dari gerakan sosial berkelanjutan, yang menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan terlibat langsung membantu sesama.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni digerakkan oleh nilai-nilai kemanusiaan, bukan bermuatan politik atau kepentingan pribadi.

“Saya tegaskan, ini bukan kampanye atau pencitraan. Ini soal nurani. Kepedulian tak perlu dipolitisasi, tapi harus ditularkan,” ujarnya.

Kolaborasi Warga dan Aparat: Pilar Kemanusiaan di Daerah Terpencil

Apa yang terjadi di Tanimbar Utara menjadi cerminan bahwa ketika elemen masyarakat, baik sipil maupun aparat bersatu, maka persoalan sosial dapat diatasi dengan cepat dan tepat sasaran. Kolaborasi antara tokoh lokal, militer, pelaku usaha, dan pegawai pemerintahan menjadi kekuatan riil dalam mewujudkan keadilan sosial.

“Pemerintah memang punya tanggung jawab, tapi masyarakat juga punya ruang besar untuk berperan. Mari bersama jadi agen perubahan, sekecil apa pun kontribusinya,” ajak Jems.

Menuju Tanimbar yang Lebih Peduli

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X