“Narkotika itu dikemas dalam dua jenis karung dengan jumlah berbeda-beda,” ungkapnya.
Penangkapan sabu seberat 1,9 ton ini disebut sebagai salah satu pengungkapan narkoba terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2025, dan menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan laut dari ancaman penyelundupan narkotika internasional.
Wilayah perairan Tanjung Balai Karimun memang dikenal sebagai jalur strategis yang rawan menjadi pintu masuk narkoba dari luar negeri, terutama dari kawasan Asia Tenggara.