“Kasus kanker tertinggi di Kota Bogor adalah kanker payudara, disusul kanker serviks dan kanker usus. Untuk itu, sejak 2015 kami fokus pada edukasi dan deteksi dini,” kata Yane.
Beberapa inovasi yang digagas di antaranya adalah:
- Kampung KEPO (Kesehatan Reproduksi)
- SATE (Mampung Sadar IVA Test)
- Bogor Pink Run, event tahunan memperingati Hari Kanker Sedunia
Yane juga mengingatkan bahwa sejak 2017, Kota Bogor telah dicanangkan sebagai kota paliatif, yang berarti mengedepankan perawatan holistik bagi pasien kanker.
“Saya berharap YKI yang baru tidak hanya melanjutkan program, tapi juga bergerak lebih cepat dan nyata. Jadikan ‘Kota Peduli Kanker’ sebagai arah gerak, bukan sekadar jargon,” pungkasnya.