MAHATVA.ID — Dunia kembali dihadapkan pada potensi ancaman wabah baru setelah para ilmuwan mengungkap adanya virus corona jenis baru yang mirip COVID-19. Virus tersebut dikenal sebagai HKU5-CoV-2, dan saat ini tengah menjadi sorotan ilmiah karena kemampuannya menempel pada reseptor ACE2 — sama seperti virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi COVID-19.
Penelitian ini dilakukan oleh tim gabungan dari Washington State University (WSU), California Institute of Technology, dan University of North Carolina, yang mempelajari kelompok virus corona dari subgenus Merbecovirus, kelompok yang juga mencakup MERS-CoV.
Hanya Butuh Satu Mutasi Kecil untuk Menular ke Manusia
Menurut laporan yang dikutip dari Down to Earth dan Independent UK, virus HKU5-CoV-2 hingga kini belum diketahui menyebabkan infeksi pada manusia. Namun, peneliti memperingatkan bahwa virus ini hanya memerlukan satu mutasi kecil untuk bisa menular dari manusia ke manusia.
“Virus ini menunjukkan kemampuan menggunakan reseptor ACE2 — reseptor yang juga digunakan oleh SARS-CoV-2. Perbedaannya, saat ini HKU5-CoV-2 hanya bisa mengikat ACE2 milik kelelawar,” jelas WSU dalam keterangannya.
Asal-Usul Virus HKU5 dan Kelelawar Tapal Kuda
Virus HKU5-CoV-2 pertama kali diidentifikasi dalam penelitian Universitas Hong Kong (HKU) yang meneliti virus-virus corona yang ditemukan di kelelawar. Virus ini berasal dari kelelawar tapal kuda (Rhinolophus spp.), yang dikenal sebagai reservoir alami berbagai jenis virus corona.
Penamaan "HKU5" mengacu pada urutan temuan kelima oleh tim HKU, sementara “CoV-2” menandakan varian kedua dari virus tersebut.
Berkeluarga Dekat dengan MERS, Lebih Mematikan dari COVID-19?
Virus HKU5-CoV-2 termasuk dalam subgenus Merbecovirus, kelompok yang juga menjadi rumah bagi MERS-CoV, virus penyebab wabah pada 2012 dengan tingkat kematian sekitar 34 persen — jauh lebih tinggi dibanding COVID-19.
“Kami khawatir karena Merbecovirus cenderung memiliki potensi zoonotik. Jika satu mutasi memungkinkan virus ini menular antar manusia, potensi pandeminya sangat nyata,” ujar peneliti dari tim gabungan tersebut.
Studi Menggunakan Partikel Mirip Virus (Virus-Like Particles)
Dalam uji laboratorium, para peneliti menggunakan virus-like particles (VLP) — struktur virus buatan tanpa materi genetik — untuk mengevaluasi kemampuan protein spike HKU5 dalam mengikat reseptor sel inang.
Hasilnya, virus ini belum bisa menginfeksi sel manusia secara efektif, namun menunjukkan kemampuan adaptif tinggi terhadap reseptor ACE2, yang menjadi perhatian serius dalam pemantauan virus zoonotik.