MAHATVA.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merombak jajaran pimpinan tinggi pratama di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dalam pelantikan yang digelar Jumat, 13 Juni 2025, Sri Mulyani menegaskan tugas pertama para pejabat baru adalah mengoptimalkan penerimaan negara seiring terus meningkatnya beban belanja pemerintah.
“Anda semua diharapkan, pertama dan utama, mencapai penerimaan negara yang memadai, karena kebutuhan negara tidak pernah turun,” tegas Sri Mulyani.
Susunan Pejabat Baru Direktorat Jenderal Pajak
Beberapa nama baru menempati posisi strategis—mulai dari kantor pusat hingga kantor wilayah:
| Jabatan | Pejabat Baru |
|---|---|
| Sekretaris DJP | Sigit Danang Joyo |
| Direktur Peraturan Perpajakan II | Heri Kuswanto |
| Direktur Pemeriksaan & Penagihan | Arif Yanuar |
| Direktur Keberatan & Banding | Etty Rachmiyanthi |
| Direktur P2Humas | Rosmauli |
| Direktur KITSDA | Belis Siswanto |
| Direktur Intelijen Pajak | Neilmaldrin Noor |
| Kepala Kanwil DJP Bengkulu & Lampung | Retno Sri Sulistyani |
| Kepala Kanwil DJP Jakarta Selatan II | Dwi Astuti |
| Kepala Kanwil DJP Banten | Aim Nursalim Saleh |
| … | (daftar lengkap tersaji di keterangan resmi Kemenkeu) |
Perombakan ini berlangsung hanya beberapa minggu setelah Bimo Wijayanto diangkat sebagai Direktur Jenderal Pajak menggantikan Suryo Utomo.
Susunan Pejabat Baru Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
| Jabatan | Pejabat Baru |
|---|---|
| Direktur Audit Kepabeanan & Cukai | Nugroho Wahyu Widodo |
| Kepala Kanwil DJBC Aceh | Bier Budi Kismulyanto |
| Kepala Kanwil DJBC Banten | Ambang Priyonggo |
| Kepala Kanwil DJBC Jakarta | Akhmad Rofiq |
| KPU Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok | Sodikin |
| … | (daftar lengkap di situs Bea Cukai) |
Posisi‐posisi ini akan mendukung Dirjen Bea Cukai baru, Djaka Budi Utama, dalam memperkuat pengawasan kepabeanan dan memaksimalkan penerimaan bea masuk serta cukai.
Fokus 2025: Optimalisasi Penerimaan & Reformasi Birokrasi
Target penerimaan pajak 2025 lebih tinggi dibanding 2024; DJP diminta mengejar kepatuhan sukarela dan penegakan berbasis risiko.
Bea Cukai diminta memperketat pengawasan impor ilegal dan meningkatkan pelayanan digital untuk mempercepat arus barang.
Reformasi SDM: Sri Mulyani menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme, termasuk rotasi rutin pejabat strategis untuk mencegah praktik koruptif.
Dengan struktur baru ini, Kemenkeu berharap penerimaan negara—baik dari pajak maupun bea & cukai—dapat menopang program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto di tahun anggaran 2025.