• Senin, 19 Oktober 2026

Pasar Larat Terendam Banjir, Warga Tuntut Penataan Drainase Jadi Prioritas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 21:59 WIB
Pasar Larat Terendam Banjir, Warga Tuntut Penataan Drainase Jadi Prioritas
Pasar Larat Terendam Banjir, Warga Tuntut Penataan Drainase Jadi Prioritas

MAHATVA.ID -Hujan deras yang mengguyur Kota Larat sejak Jumat malam (27/6/2025) memicu banjir hingga setinggi 50 cm dan merendam Pasar Larat, Sabtu sore (28/6). Genangan air menutup akses jalan, melumpuhkan aktivitas jual beli, dan memaksa warga membagikan foto kondisi lapangan ke media sosial dan grup WhatsApp.

“Air naik cepat, pasar terendam sampai lutut. Kami langsung sebar foto di grup WhatsApp Tanut Raya supaya cepat ditangani,” kata salah satu warga Desa Ritabel yang aktif melaporkan kondisi banjir.


Warga menduga sistem drainase yang buruk menjadi penyebab utama banjir yang kerap melanda Kota Larat setiap musim hujan. Saluran air yang dangkal dan tersumbat membuat air hujan meluap ke area pasar, jalan protokol, dan permukiman padat penduduk.

“Drainase harus dibenahi total. Kalau tidak, setiap hujan besar, pasar pasti terendam lagi,” ungkap salah satu warga Larat dengan nada kesal.


Tak hanya area pasar, banjir juga merendam kawasan Ridool bagian bawah, Kampung Bugis, dan Kampung Babar di Desa Ritabel. Warga memperkirakan 70% kawasan perkotaan Larat rawan terendam jika hujan deras turun bersamaan dengan pasang laut.

Hingga Sabtu malam, sebagian ruas jalan dan pelataran pasar masih digenangi air, memperparah kemacetan dan aktivitas perekonomian warga.


Banjir ini berdampak pada pedagang pasar, warga sekitar, dan pengguna jalan di pusat kota. Foto-foto situasi terkini beredar cepat melalui media sosial, menambah sorotan publik terhadap masalah banjir yang berulang.


Warga mendesak pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten untuk segera bertindak dan menjadikan penataan drainase sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya warga. Pemerintah jangan tunggu pasar lumpuh total baru bergerak,” tegas seorang warga Ritabel.


Banjir di Pasar Larat tak hanya merugikan pedagang dan pembeli, tetapi juga mengganggu jalur distribusi kebutuhan pokok. Jika masalah drainase tidak segera ditangani, warga khawatir banjir serupa akan terus terulang dan semakin parah di musim hujan mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X