• Senin, 19 Oktober 2026

Gubernur Jabar Semprot Camat Tamansari, Kuasa Hukum Warga Desak Evaluasi Izin Usaha Gunung Salak

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 14 Juli 2025 | 22:48 WIB
Gubernur Jabar Semprot Camat Tamansari, Kuasa Hukum Warga Desak Evaluasi Izin Usaha Gunung Salak
Gubernur Jabar Semprot Camat Tamansari, Kuasa Hukum Warga Desak Evaluasi Izin Usaha Gunung Salak

MAHATVA.ID - Gubernur Jawa Barat Dedie Mulyadi (KDM) menegur Camat Tamansari Yudi Hartono, saat melakukan sidak ke wilayah Tamansari, Kabupaten Bogor pada 9 Juli 2025. 

‎‎KDM mendatangi lokasi pembangunan lapangan golf PT. Rejo Sari Bumi yang dinilai warga menjadi salah satu penyebab bencana banjir yang terjadi pada hari Sabtu 5 Juli 2025 lalu.

‎Dalam video yang beredar di medsos, KDM melontarkan pertanyaan kepada Camat Yudi, bahwa apakah dirinya pernah bersekolah, sehingga dia semestinya memahami logika sederhana mengenai persoalan yang terjadi di wilayahnya.

‎"Tapi gini aja logika Pak Camat, Pak Camat kan sekolah. Kalau daerah gunung dibuka, kemudian alirannya di beton seperti ini, potensi air ke bawah tinggi gak?," tanya KDM ke Camat Yudi.

‎Yudi yang berdiri dengan raut wajah menahan panas karena berdiri di bawah terik matahari, serta tangan menyilang di depan badan menjawab secara spontan jawaban gubernur.

‎"Lebih cepat pak. Alirannya (air)," jawab Yudi Hartono.

‎KDM pun kembali menimpali bahwa itu logika sederhana yang semestinya di bangun. 

‎Sebab, seperti diketahui, kawasan Tamansari Kabupaten Bogor merupakan dataran tinggi di kaki Gunung Salak dengan kawasan di bawahnya yang padat dengan permukiman penduduk.

‎"Kan ini gunung, dan kaki Gunung Salak semestinya dilindungi bukan begini. Ini kan kaki Gunung Salak loh. Harusnya daerah sini tuh terbebas dari semua aktivitas semuanya hutan. Baru aman," timpal KDM kepada Yudi.

‎KDM pun menyesalkan aktivitas yang ada di wilayah Tamansari sehingga menyebabkan limpasan air tak terkendali ketika hujan turun. 

‎Ia juga menyebut bahwa investasi yang ada di kawasan Gunung Salak ini tak sebanding dengan apa yang didapat. Terlebih, jika nanti berdampak terhadap bencana yang diakibatkan oleh pengrusakan kawasan hutan, maka pemulihan pascabencana akan lebih besar biayanya yang akan dikeluarkan.

‎"Karena recovery bencana itu Pak Camat lebih mahal dari uang yang di dapat dari investasi. Tapi recovery bencana bisa 1 Triliun, 1.5 Triliun," ungkap KDM.

‎Tinjau Ulang Izin Usaha di Sekitar Gunung Salak

‎Kuasa hukum warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Dwi Arswendo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk segera meninjau ulang seluruh izin bangunan usaha dan non-usaha di kawasan sekitar Gunung Salak. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X