TB. Ule Sulaeman juga mengajak berbagai pihak—baik pemerintah, sekolah, komunitas, hingga sektor swasta—untuk bersinergi dalam mendukung kelahiran karya-karya sinematik yang membangun dan mencerdaskan.
“Ini bukan sekadar lomba film, tapi gerakan budaya. Kita sedang menanam benih perubahan lewat media yang sangat dekat dengan anak muda: film. Kuta udaya wangsa!” pungkasnya.