• Selasa, 20 Oktober 2026

Hukum Diuji di Tanimbar: Jems Masela Desak Polres Tindak Dugaan Penerobosan Rumah oleh Bupati, Ancaman Lapor ke Mabes Polri

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 1 Agustus 2025 | 09:33 WIB
Hukum Diuji di Tanimbar: Jems Masela Desak Polres Tindak Dugaan Penerobosan Rumah oleh Bupati, Ancaman Lapor ke Mabes Polri
Hukum Diuji di Tanimbar: Jems Masela Desak Polres Tindak Dugaan Penerobosan Rumah oleh Bupati, Ancaman Lapor ke Mabes Polri

1. Kesetaraan di hadapan hukum,

2. Akuntabilitas pejabat publik,

3. Kepastian hukum,

4. Independensi peradilan.


Namun, menurutnya, prinsip-prinsip itu sering kali roboh ketika yang dilaporkan adalah pejabat aktif. “Banyak kasus tumpul karena pelakunya pejabat. Jangan sampai Polres Tanimbar menjadi contoh buruk dalam hal itu,” ucapnya serius.

Publik Menanti: Tajamkah Hukum di Tanimbar?

Masela mengingatkan bahwa rakyat kecil berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan yang sama. Ia pun mengaku siap mengawal kasus ini sampai ke tingkat tertinggi jika perlu.

“Jangan remehkan suara rakyat biasa. Hukum bukan untuk pejabat saja, tapi untuk semua,” pungkasnya.


Ujian Moral bagi Institusi Penegak Hukum

Kasus ini bukan sekadar laporan penerobosan rumah. Ini menjadi indikator integritas dan keberanian Polres Tanimbar dalam menegakkan hukum ketika berhadapan dengan elit politik lokal. Jika hukum benar-benar “panglima”, maka proses harus berjalan objektif, transparan, dan profesional, apa pun status pihak yang dilaporkan.

Kini publik Tanimbar menanti: apakah hukum masih mampu berdiri tegak, atau kembali melengkung di bawah tekanan kekuasaan?


Penegakan hukum tak boleh tebang pilih. Kasus ini membuka ruang refleksi bersama: siapa sebenarnya yang dilindungi hukum: rakyat atau penguasa?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X