Ironisnya, di tengah banyaknya pembangunan fisik yang diklaim oleh pemerintah daerah, realita di lapangan justru memperlihatkan ketimpangan akut. Rumah guru yang tak layak di Romnus seolah menjadi simbol konkret bahwa pendidikan di wilayah terjauh belum menjadi prioritas nyata.
Warga Romnus dan sekitarnya berharap pemerintah daerah, khususnya Bupati dan jajaran Dinas Pendidikan, turun langsung meninjau dan mengambil tindakan nyata terhadap kondisi ini. Sorotan publik tak lagi bisa dibungkam dengan janji atau wacana semata.
Potret rumah guru di wilayah terpencil bukan sekadar berita kemiskinan struktural. Ini adalah alarm moral bagi pemerintah dan masyarakat, bahwa pendidikan berkualitas tak cukup dibangun dari kurikulum dan gedung sekolah saja, tapi juga dari rasa hormat terhadap mereka yang mengajar di garis terdepan.