• Minggu, 18 Oktober 2026

Presiden Prabowo Menyayangkan Sikap Bupati Pati Sudewo Picu Demo Besar Warga

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 00:06 WIB
Presiden Prabowo Menyayangkan Sikap Bupati Pati Sudewo Picu Demo Besar Warga
Presiden Prabowo Menyayangkan Sikap Bupati Pati Sudewo Picu Demo Besar Warga

Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyayangkan sikap Bupati Pati Sudewo yang memicu gejolak di tengah masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Gejolak ini dipicu oleh rencana kebijakan Sudewo yang hendak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan, warga Pati tetap menggelar demo besar-besaran sebagai bentuk kekecewaan atas sikap Bupati.

“Kalau secara khusus belum, ya tentunya kalau beliau (Presiden) menyayangkan,” ujar Prasetyo Hadi dikutip CNN. (14/08)

Menurut Pras, Presiden Prabowo belum memberikan arahan khusus, namun menegaskan bahwa pemerintah pusat selalu mengimbau seluruh pejabat daerah agar berhati-hati dalam komunikasi publik. Terutama kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat luas.

“Itu tadi apa yang kami sampaikan itulah hasil respons beliau terhadap siapapun itu,” jelasnya.

Pras berharap permasalahan di Pati segera menemukan solusi agar tidak mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi, terlebih menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Demo Besar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu

Aksi protes yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu di depan Kantor Bupati Pati kemarin diikuti ribuan warga. Massa menuntut agar Bupati Sudewo meminta maaf secara terbuka dan tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang memberatkan rakyat.

Kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen dianggap sebagai kebijakan yang arogan dan tidak berpihak pada kondisi ekonomi warga. Meski sudah dibatalkan, kekecewaan masyarakat terlanjur memuncak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X