• Kamis, 22 Oktober 2026

Menpora Dito Apresiasi ISSS 2025: Dorong Olahraga Jadi Industri Nasional dan Prioritas Asian Games–Olimpiade

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 9 September 2025 | 07:43 WIB
Menpora Dito Apresiasi ISSS 2025: Dorong Olahraga Jadi Industri Nasional dan Prioritas Asian Games–Olimpiade
Menpora Dito Apresiasi ISSS 2025: Dorong Olahraga Jadi Industri Nasional dan Prioritas Asian Games–Olimpiade

Jakarta, MAHATVA.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, mengapresiasi langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang sukses menginisiasi Indonesia Sports Synergy Summit (ISSS) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, pada 5–7 September 2025.

ISSS 2025 menghadirkan forum sinergi, rapat kerja nasional (Rakernas), hingga pameran produk olahraga. Menpora menilai kegiatan ini sebagai tonggak penting memperkuat ekosistem olahraga dan perekonomian nasional.

“Ini adalah langkah konkret dari KONI, bagaimana menunjukkan, memperkuat ekosistem olahraga dan juga perekonomian Indonesia,” ujar Dito Ariotedjo, Sabtu (6/9/2025).

Olahraga Bukan Sekadar Prestasi, tapi Industri Nasional

Menpora menegaskan pemerintah melalui Kemenpora berkomitmen mendorong olahraga tidak hanya sebagai sektor prestasi, melainkan juga bagian dari industri nasional. Salah satu gebrakan nyata yaitu pembentukan Deputi Pengembangan Industri Olahraga di Kemenpora, guna memastikan arah pembangunan olahraga lebih terstruktur dan berdampak luas.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran negara agar fokus kepada pembinaan atlet. Presiden, kata Dito, telah berkali-kali mengingatkan perlunya tata kelola olahraga yang transparan dan bebas dari penyalahgunaan anggaran.

Fokus Asian Games dan Olimpiade

Dito menegaskan kesejahteraan atlet dan pelatih menjadi prioritas utama. Pembinaan dilakukan secara berjenjang dengan tolok ukur di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

“Prioritas cabang olahraga harus jelas. Asian Games dan Olimpiade adalah sasaran utama, sementara SEA Games menjadi tolok ukur bagi cabor lainnya,” tegasnya.

Organisasi Olahraga Harus Profesional

Selain itu, Menpora mengingatkan agar pengurus organisasi olahraga siap berkontribusi secara sukarela, sedangkan hanya staf operasional penuh waktu yang berhak menerima gaji.

Rakernas KONI 2025 mengusung tema “Bersatu Berprestasi Sukseskan Asta Cita” dengan diikuti ratusan peserta dari 38 KONI Provinsi, perwakilan KONI kabupaten/kota, 78 pengurus pusat cabang olahraga, serta enam organisasi fungsional.

Dengan momentum ISSS 2025, pemerintah bersama KONI berkomitmen menyatukan langkah membangun olahraga Indonesia yang berprestasi, profesional, dan membanggakan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X