• Kamis, 22 Oktober 2026

Mensos Gus Ipul Terapkan Asesmen DNA di Sekolah Rakyat, Petakan Potensi Siswa Sejak Dini

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 9 September 2025 | 15:20 WIB
Mensos Gus Ipul Terapkan Asesmen DNA di Sekolah Rakyat, Petakan Potensi Siswa Sejak Dini
Mensos Gus Ipul Terapkan Asesmen DNA di Sekolah Rakyat, Petakan Potensi Siswa Sejak Dini

Kota Batu, MAHATVA.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, asesmen DNA atau assessment talent menjadi instrumen utama dalam memetakan potensi siswa di Sekolah Rakyat. Dengan metode ini, kurikulum tidak lagi berfokus pada tes akademik, melainkan pada pemetaan bakat dan minat anak.

“Sehingga anak-anak Sekolah Rakyat bisa diarahkan bekerja di bidang sesuai potensinya, seperti engineer, kesehatan, dan lain-lain. Guru dan kepala sekolah juga punya pedoman dalam membimbing,” ujar Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu, di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak Batu, Kota Batu, Jawa Timur, Senin (8/9/2025).

Gus Ipul mencontohkan seorang siswi kelas VII yang bercita-cita menjadi dokter, memiliki karakter berhati-hati, kritis, dan perhatian. Ada pula siswa lain yang mudah bergaul, kompetitif, hingga visioner.

“Setiap anak lahir dengan potensi masing-masing. Kurikulum disesuaikan dengan hasil talent mapping itu,” katanya.

Didampingi Wali Kota Batu Nurochman, Mensos juga memeriksa sarana, prasarana, hingga asrama siswa. Saat ini SRMP 14 Batu menampung 150 siswa dengan 12 guru, serta dua asrama putra dan putri. Meski masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan guru, sarana belajar, dan homesick, pemerintah memastikan penyelesaian secara bertahap.

Dalam dialog bersama siswa, sejumlah anak mengaku senang tinggal di asrama karena mendapat teman baru, jaminan makan, dan fasilitas pendidikan. Di antaranya Farel, putra perajin tahu asal Turen, dan Putra Abidzar yang bercita-cita menjadi TNI.

“Senang, karena banyak teman. Makan tiga kali sehari dan ada snack,” ujar keduanya.

Gus Ipul menambahkan, pemerintah juga menyiapkan delapan setel seragam dan laptop bagi siswa maupun guru.

“Diharapkan September ini sudah selesai distribusi,” ucapnya.

Ke depan, Kementerian Sosial akan membangun gedung permanen Sekolah Rakyat 14 Batu dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi asrama guru, sarana olahraga, aula, dan ruang kelas modern.

Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera (desil 1–2 pada DTSEN) sekaligus menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu. Program ini mengintegrasikan berbagai kebijakan prioritas seperti makan bergizi gratis, jaminan kesehatan, cek kesehatan gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga program tiga juta rumah.

Hingga kini sudah ada 100 Sekolah Rakyat beroperasi di berbagai daerah. Pada tahun ajaran 2025/2026, targetnya mencapai 165 sekolah dengan kapasitas 15.895 siswa, didukung 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X