Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri di Istana Merdeka, Jakarta. Salah satu fokus utama rapat adalah percepatan pelaksanaan program-program prioritas pemerintah agar tidak terkendala hambatan birokrasi.
Arahan Tegas Presiden: Percepat Program, Hilangkan Hambatan
Dalam keterangan pers usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa Presiden menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan semua program pemerintah.
“Arahan beliau, semua program harus dipercepat pelaksanaannya, tidak boleh ada hambatan dengan alasan administratif atau regulasi,” ujar Zulkifli.
Fokus pada Ketahanan Pangan Nasional
Di sektor pangan, pemerintah menetapkan dua agenda besar:
Optimalisasi lahan pertanian yang telah berproduksi.
Pembangunan lahan sawah baru di sejumlah wilayah, termasuk Wanam (Papua), Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.
“Khusus Wanam, jalan dan pelabuhan sudah hampir rampung. Saat ini tinggal penyelesaian tata ruang. Sudah ada tim terpadu dan proses perubahan fungsi lahan sedang dipercepat,” jelas Zulkifli.
Percepatan Pembangunan Tambak Perikanan
Selain pangan berbasis karbohidrat, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 20.000 hektare tambak pada 2025, sebagai bagian dari target total 70.000 hektare tambak nasional.
“Pembangunan tambak ini juga diminta untuk dipercepat. Tahun ini 20.000 hektare harus selesai, sisanya menyusul tahun depan,” tambah Zulkifli.
Program Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan
Tak hanya pangan, percepatan juga menyasar program Koperasi Desa Merah Putih yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan. Sementara itu, program Kampung Nelayan atau Desa Nelayan ditargetkan mencapai 100 desa pada tahun 2025.
“Semua program ini adalah upaya untuk mendorong ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi di tingkat akar rumput,” pungkasnya.