• Kamis, 22 Oktober 2026

Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Tekankan Demokrasi Konstitusional dan Patriotisme Teknologi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 18 September 2025 | 14:48 WIB
Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Tekankan Demokrasi Konstitusional dan Patriotisme Teknologi
Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Tekankan Demokrasi Konstitusional dan Patriotisme Teknologi

MAHATVA.ID - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menutup akhir tahun 2025 dengan capaian penting, yakni pengukuhan dua Guru Besar baru dari bidang Hukum Tata Negara dan Pengolahan Citra Digital. Acara yang digelar di Auditorium Suparman Hadipranoto, Grha Wiyata lantai sembilan, dihadiri pimpinan YPTA, jajaran rektorat, dosen, hingga keluarga besar civitas akademika.


Dua Guru Besar Baru Untag Surabaya

Pengukuhan ini menghadirkan dua akademisi dengan rekam jejak luar biasa.

  • Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H. resmi menyandang gelar Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum. Dalam orasi ilmiahnya berjudul Urgensi Pembentukan Undang-Undang Lembaga Kepresidenan, ia menegaskan perlunya regulasi khusus yang menegaskan batas kekuasaan presiden, memperjelas peran wakil presiden, dan memperkuat mekanisme pemberhentian presiden.

“Hukum harus berada di atas kekuasaan, bukan sebaliknya,” tegas Prof. Hufron.

  • Prof. Dr. Fajar Astuti, S.Kom., M.Kom. dikukuhkan sebagai Guru Besar Pengolahan Citra Digital Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC). Dalam orasi ilmiahnya Pengolahan Citra Digital dalam Kerangka Pendidikan Tinggi dan Patriotisme, ia menekankan pentingnya teknologi sebagai instrumen memperkuat karakter bangsa dan menumbuhkan nasionalisme.


Apresiasi Rektor dan Yayasan

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar adalah awal tanggung jawab akademik yang lebih besar.

“Dari sinilah lahir inovasi, pemikiran strategis, dan karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Ketua YPTA Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menambahkan bahwa pencapaian ini meneguhkan Untag Surabaya sebagai kampus nasionalis dengan kontribusi nyata bagi bangsa.


Dukungan LLDIKTI dan Kolaborasi

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menegaskan bahwa karya para guru besar harus diwujudkan dalam bentuk inovasi teknologi, riset berkelanjutan, hingga proyek sosial yang mendukung UMKM. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan dan Asta Cita Presiden.

Turut hadir Bupati Blora, Arief Rohman, yang memberikan dukungan langsung sebagai wujud sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.


Kampus Berdampak: Untag Surabaya Semakin Kokoh

Dengan penambahan dua guru besar ini, Untag Surabaya semakin kokoh sebagai Kampus Merah Putih yang berkomitmen menghadirkan akademisi berintegritas, inovatif, sekaligus berjiwa nasionalis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X