• Kamis, 22 Oktober 2026

Hari Tani Nasional 2025, Forum Rakyat Bogor Raya Gelar Aksi Leumpang Suku Desak Pemkab Selesaikan Konflik Agraria

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 24 September 2025 | 18:50 WIB
Hari Tani Nasional 2025, Forum Rakyat Bogor Raya Gelar Aksi Leumpang Suku Desak Pemkab Selesaikan Konflik Agraria
Hari Tani Nasional 2025, Forum Rakyat Bogor Raya Gelar Aksi Leumpang Suku Desak Pemkab Selesaikan Konflik Agraria

BOGOR, MAHATVA.ID – Memperingati Hari Tani Nasional 2025 yang jatuh pada Selasa, 24 September, puluhan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Aksi Leumpang Suku. Rabu, (24/09/2025).

Forum yang baru saja resmi dibentuk ini merupakan gabungan dari 15 serikat tani se-Kabupaten Bogor. Mereka menyuarakan keresahan para petani terkait konflik agraria yang hingga kini belum terselesaikan di sejumlah wilayah Bumi Tegar Beriman.

Ketua aksi, Didih, menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan sekaligus desakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor agar mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan masalah agraria.

“Kalau selama enam bulan ke depan tidak ada langkah yang kongkret, kami akan turun kembali dengan jumlah massa yang lebih besar dari hari ini,” tegas Didih dalam orasinya.

Konflik Agraria Masih Menghantui Bogor

Menurut Didih, hampir di setiap sudut wilayah Kabupaten Bogor terdapat konflik agraria. Ia mencontohkan kasus di Nanggung, terkait para penggarap eks-PTPN yang hingga kini belum ada penyelesaian.

Selain itu, konflik juga terjadi di Malasari terkait klaim kawasan hutan, serta permasalahan lahan di Sukamulya, Rumpin, yang berhadapan langsung dengan pihak TNI AU.

“Tuntutan kami hari ini jelas, Pemkab Bogor harus lakukan langkah konkret untuk menyelesaikan konflik agraria yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

“Kami tidak bicara hasil instan, tapi minimal ada tindakan nyata. Bagaimana Pemkab menyikapi persoalan di Sukamulya Rumpin adalah salah satu ujian serius,” sambungnya.

Desakan untuk Pemkab Bogor

Forum Rakyat Bogor Raya menilai, jika Pemkab Bogor terus menunda penyelesaian, maka ketidakpastian akan semakin memperburuk nasib para petani. Mereka berharap pemerintah daerah benar-benar hadir dan berpihak pada rakyat.

“Kita minta ada langkah kongkret dari Pemkab Bogor. Jangan hanya diam dan membiarkan konflik agraria terus berlarut,” pungkas Didih.

Para peserta aksi berharap momentum Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik balik perjuangan petani di Kabupaten Bogor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X