• Jumat, 23 Oktober 2026

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim Komit Tekan Angka RLS, Fasilitas Sekolah dan MCK Jadi Sorotan Utama

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 22:47 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim Komit Tekan Angka RLS, Fasilitas Sekolah dan MCK Jadi Sorotan Utama
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim Komit Tekan Angka RLS, Fasilitas Sekolah dan MCK Jadi Sorotan Utama

Bogor, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menegaskan komitmen untuk terus menekan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, terutama melalui perbaikan fasilitas sekolah dan penyediaan sarana dasar seperti MCK.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, menekankan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. Ia menyebut, dukungan terhadap dunia pendidikan tidak hanya diberikan kepada sekolah-sekolah yang sudah menerima bantuan, tetapi juga kepada pihak-pihak yang belum terakomodasi.

“Yang paling penting jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Itu yang utama,” ujarnya.

Menurutnya, Agus Salim bersama pemerintah daerah tetap berupaya mengalokasikan anggaran pendidikan secara proporsional, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal dan kebijakan refocusing anggaran.

“Kalau bicara soal menekan RLS, kami selalu menekankan pentingnya alokasi anggaran untuk pendidikan dan kesehatan. Itu dua sektor paling penting, meskipun kadang kita harus bersikap sedikit tegas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa peran legislatif bersifat mendukung dan memberikan rekomendasi, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pihak eksekutif.

“Semua keputusan kembali pada eksekutif. Kita hanya mengusulkan dan merekomendasikan. Tapi tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti kondisi sejumlah sekolah di Kabupaten Bogor yang masih tergolong memprihatinkan, mulai dari bangunan rusak, kekurangan mebel, hingga sekolah yang belum memiliki fasilitas MCK layak.

“Sekolah-sekolah yang rusak, mebel yang tidak layak, bahkan sekolah yang masih harus ‘ngemper’, insya Allah tahun ini akan kami prioritaskan. Tidak boleh ada lagi sekolah dengan kondisi seperti itu,” tegasnya.

Terkait rincian anggaran pendidikan dalam perubahan anggaran tahun ini, ia mengakui belum mengetahui secara pasti karena bukan bagian dari Badan Anggaran (Banggar), namun memastikan akan menindaklanjuti hasil pembahasan tersebut.

“Saya bukan di Banggar, tapi saya menerima banyak rekomendasi dari teman-teman. Saya akan coba tindak lanjuti lebih lanjut,” ucapnya.

Dalam rapat terakhir bersama Bupati Bogor di Pendopo Bupati, perhatian terhadap fasilitas dasar seperti MCK dan ruang kelas baru (RKB) menjadi fokus pembahasan utama.

“Saya ikut langsung rapat bersama Bupati di Rumah Pendopo. Penekanannya luar biasa, terutama soal MCK, RKB, dan sekolah-sekolah yang kondisinya sangat riskan. Ini jadi sorotan dan diprioritaskan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak DPRD akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, khususnya bagian Sarana dan Prasarana (Sarpras), untuk memastikan seluruh usulan perbaikan dapat segera diakomodasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X