• Jumat, 23 Oktober 2026

SKK Migas-KKKS Bahas Masa Depan Media Lokal di Lokakarya Media 2025: AI hingga Model Bisnis Baru Jadi Sorotan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:36 WIB
SKK Migas-KKKS Bahas Masa Depan Media Lokal di Lokakarya Media 2025: AI hingga Model Bisnis Baru Jadi Sorotan
SKK Migas-KKKS Bahas Masa Depan Media Lokal di Lokakarya Media 2025: AI hingga Model Bisnis Baru Jadi Sorotan

MAHATVA.ID – Masa depan media lokal menjadi salah satu topik utama dalam Lokakarya Media 2025 yang digelar Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), pada 6–8 Oktober 2025.

Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Muhammad Jazuli, Komisi Pengaduan dan Penegakan Dewan Pers, serta Riza Primadi, Media and Communication Expert.

Pada sesi pertama, Muhammad Jazuli membawakan materi bertajuk “Pedoman Dewan Pers dalam Menggunakan AI di Media serta Mediasi antara Media dan Publik”. Ia menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) ibarat dua mata pisau — bisa menjadi ancaman sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik.

“AI tidak bisa menggantikan peran wartawan. AI hanya sekadar alat bantu, bukan pengganti jurnalis,” tegas Jazuli.

Jazuli menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam kerja jurnalistik diperbolehkan, selama tetap ada peran manusia sebagai jurnalis dan hasilnya tidak dijadikan data final tanpa verifikasi.
“AI hanya digunakan untuk draft awal berita atau pendukung riset data, bukan untuk menentukan kebenaran akhir,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya prinsip etika jurnalistik seperti akurasi, transparansi, netralitas, dan akuntabilitas agar kepercayaan publik tetap terjaga di era teknologi.

Selain itu, Jazuli mengungkapkan bahwa pengaduan masyarakat ke Dewan Pers meningkat signifikan tahun ini — mencapai lebih dari 800 laporan hingga akhir September 2025. Hal ini, menurutnya, menunjukkan semakin banyak masyarakat yang paham alur pengaduan dan makin terbukanya akses terhadap Dewan Pers.


Media Sosial Jadi Pemantik Utama Pembaca Berita

Pada sesi kedua, Riza Primadi mengangkat tema “Pengembangan Bisnis Model dan Landscape Media di Era Baru”. Ia menyoroti perubahan perilaku pembaca di era digital, di mana masyarakat kini lebih banyak mengonsumsi berita melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan X (Twitter).

“Generasi muda sekarang lebih suka melihat potongan video viral daripada membaca berita panjang,” kata Riza.

Karena itu, Riza mendorong media lokal untuk memaksimalkan media sosial sebagai saluran distribusi konten berita.
“Segera buat grup Facebook resmi, aktif di Instagram dan TikTok, bahkan manfaatkan fitur channel WhatsApp,” ujarnya.

Riza juga membeberkan berbagai peluang bisnis media lokal, seperti kerja sama CSR perusahaan, iklan UMKM, membership warga, event offline, hingga job fair.

“Media sekarang harus membangun model bisnis hybrid, jangan hanya bergantung pada iklan banner,” tambahnya.

Menurutnya, platform seperti YouTube dan TikTok juga dapat dimanfaatkan untuk monetisasi melalui fitur adsense maupun e-commerce.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X