MAHATVA.ID – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan energi bersih di Kabupaten Bogor.
Dukungan tersebut disampaikan Rudy usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PSEL bersama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Investasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Gubernur Jawa Barat, serta para kepala daerah lainnya di Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Turut hadir perwakilan dari Kementerian ESDM dan PLN. Rudy didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Dorong Energi Bersih dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
PSEL merupakan teknologi pengolahan sampah modern yang mengubah limbah non-daura ulang menjadi energi listrik, panas, atau bahan bakar. Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menciptakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.
“Saya menyambut baik dan mendukung sepenuhnya inovasi ini sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendorong pemanfaatan energi bersih,” ujar Rudy Susmanto.
Menurutnya, menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab hari ini, tetapi juga warisan berharga bagi anak cucu di masa depan. Program PSEL menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengatasi persoalan sampah dan mempercepat transisi menuju energi bersih.
Solusi Konkret Hadapi Krisis Sampah Perkotaan
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa pembangunan PSEL di berbagai daerah akan menjadi solusi konkret bagi wilayah dengan volume sampah besar dan keterbatasan lahan TPA.
“Pembangunan PSEL diharapkan mampu mengatasi persoalan pengelolaan sampah di daerah yang menghadapi volume sampah harian besar, TPA yang sudah overload, serta keterbatasan lahan,” jelas Hanif.
Teknologi PSEL berkapasitas besar dinilai mampu mereduksi volume sampah secara signifikan, mempercepat proses pengolahan, dan menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.
“Proses yang dilakukan saat ini merupakan langkah percepatan agar ketika Rancangan Peraturan Presiden tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolah Sampah Menjadi Energi Terbarukan telah ditetapkan, pembangunan PSEL dapat segera dimulai,” tambahnya.
Hanif menegaskan, fasilitas PSEL merupakan solusi strategis bagi kota-kota besar yang menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah per hari, dengan tujuan mengubah beban lingkungan menjadi sumber energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.