• Kamis, 22 Oktober 2026

Prabowo Subianto dan Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok di Beijing

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 4 September 2025 | 14:33 WIB
Prabowo Subianto dan Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok di Beijing
Prabowo Subianto dan Xi Jinping Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Tiongkok di Beijing

Jakarta, MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, pada Rabu (3/9/2025). Pertemuan ini berlangsung hangat usai keduanya menghadiri peringatan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok, sebuah acara bersejarah yang dihadiri 26 pemimpin dunia.

Pertemuan ini menjadi penutup rangkaian kunjungan singkat Presiden Prabowo di Beijing sekaligus menegaskan kembali komitmen strategis Indonesia-Tiongkok yang memasuki usia 75 tahun hubungan diplomatik.

Prabowo Apresiasi Undangan dan Sambutan Hangat Tiongkok

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan khusus dari Presiden Xi Jinping untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin serta perayaan besar di Beijing.

Meskipun berhalangan hadir pada KTT SCO, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjaga komunikasi intensif dengan Tiongkok sebagai mitra strategis.

“Atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan sejak kedatangan kami di Beijing,” ujar Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Tonggak Baru Hubungan Indonesia-Tiongkok

Presiden Prabowo juga menyinggung pertemuan terakhirnya dengan Presiden Xi pada kunjungan kenegaraan ke Beijing November 2024. Saat itu, keduanya sepakat memperkuat fondasi kemitraan strategis komprehensif di berbagai bidang.

Menurut Presiden Prabowo, pertemuan kali ini menjadi kelanjutan penting dari komitmen yang sudah dibangun. Ia menilai hubungan Indonesia-Tiongkok telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di sektor perdagangan, investasi, infrastruktur, teknologi, hingga pendidikan.

Seiring dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, kedua negara diyakini dapat memperdalam kerja sama strategis ke tingkat yang lebih erat, termasuk dalam menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan transisi energi.

Bahas Proyek Giant Sea Wall di Pantura Jawa

Salah satu topik utama yang menjadi sorotan dalam pertemuan Prabowo dan Xi adalah rencana pembangunan giant sea wall atau tanggul raksasa yang akan membentang di pesisir utara (pantura) Jawa.

Proyek ini dipandang penting untuk mengatasi ancaman banjir rob dan kenaikan permukaan laut yang terus meningkat akibat perubahan iklim. Indonesia membuka peluang kerja sama investasi, teknologi, dan keahlian dari Tiongkok untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital tersebut.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya melindungi kawasan pantura Jawa, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang dengan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah pesisir.

Kesamaan Pandangan untuk Stabilitas Kawasan

Selain isu infrastruktur dan ekonomi, kedua pemimpin juga membahas situasi geopolitik kawasan. Indonesia dan Tiongkok menegaskan kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas Asia-Pasifik, termasuk komitmen memperkuat kerja sama internasional di bawah prinsip perdamaian, kesetaraan, dan saling menghormati.

Pertemuan bilateral ini juga menegaskan posisi Indonesia yang tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas-aktif, di mana Indonesia membuka ruang kerja sama dengan semua negara besar tanpa terikat blok tertentu.

75 Tahun Hubungan Diplomatik: Fondasi Persahabatan

Hubungan Indonesia-Tiongkok telah terjalin sejak 1950, dan kini memasuki usia 75 tahun. Selama periode tersebut, kedua negara telah menjadi mitra penting dalam berbagai bidang:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X