Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung mengatakan, aksi pemasangan spanduk berlangsung sekitar pukul 06.05 hingga 06.15 WIB. Enam aktivis yang terlibat terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki.
Setelah menerima laporan, kepolisian bersama TNI dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan imbauan agar para aktivis turun dari monumen dengan mengutamakan keselamatan.
“Kami dari jajaran kepolisian, Kodim 0501/Jakarta Pusat, dan Pemda DKI khususnya dari wilayah Kota Jakarta Pusat, memberikan imbauan-imbauan dengan mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang,” kata Reynold.
Menurut Reynold, imbauan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Ia menegaskan, aparat berkewajiban memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta melindungi masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan Bundaran HI merupakan kawasan cagar budaya yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 271 Tahun 2024.
“Kita ketahui bersama, silakan untuk rekan-rekan menyampaikan pendapat di muka umum namun jangan cederai perjuangan-perjuangan aspirasi rekan-rekan,” ujarnya.
Enam Aktivis Dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya
Dalam proses evakuasi, aparat turut membantu para aktivis turun dari monumen. Reynold menyebut salah seorang aktivis perempuan menjadi orang pertama yang dievakuasi dalam kondisi cukup memprihatinkan.
Untuk mendukung proses penyelamatan, aparat menyediakan unit kedokteran dan kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya serta enam ambulans.
Keenam aktivis kemudian dibawa ke klinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya untuk mendapatkan penanganan medis.
“Keenam orang tersebut saat ini mendapat perawatan intensif, langsung dibawa ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya,” kata Reynold.
Ia menambahkan, kepolisian belum dapat memastikan tindak lanjut atas peristiwa tersebut. Untuk sementara, aparat masih memprioritaskan kondisi dan keselamatan para aktivis.
“Saat ini tentu yang kami utamakan adalah keselamatan jiwa, raga dari teman-teman Greenpeace yang enam orang itu,” ujarnya.
Spanduk Greenpeace Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup
Dalam aksi tersebut, Greenpeace membentangkan dua spanduk dengan pesan yang menyoroti krisis iklim dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Spanduk di bagian depan Monumen Selamat Datang bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Sementara itu, spanduk di bagian belakang memuat tulisan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”
Aksi tersebut digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Greenpeace menyampaikan aksi itu sebagai bentuk desakan agar pemerintah lebih serius menangani krisis iklim yang dinilai berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat.