JAKARTA, MAHATVA.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Kristomei menyatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan optimal di tengah beragam tantangan kebencanaan yang dihadapi Indonesia.
“Pada hari ini saya sudah resmi dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB. Tadi juga diawali dengan kenaikan pangkat kami dari mayor jenderal menjadi letnan jenderal. Jadi sah hari ini saya bertugas sebagai Kepala BNPB,” ujar Kristomei dalam keterangannya seusai pelantikan.
“Saya melihat memang kita sedang menghadapi bencana baik kebakaran hutan, ada yang banjir, dan semua bencana, erupsi gunung merapi dan sebagainya. Jadi kita akan fokus ke sana dengan prinsip saya adalah kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi,” katanya.
Baca Juga: BNPB Pastikan Logistik Gempa NTT Tersalurkan Merata, Wilayah Terparah Jadi Prioritas
Menurut Kristomei, kompleksitas penanggulangan bencana menuntut keterlibatan berbagai unsur agar penanganan dapat dilakukan secara efektif. Koordinasi tidak hanya diperlukan di tingkat pemerintah pusat, tetapi juga harus terhubung dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
“Jadi semua terlibat, semua kementerian, lembaga, TNI, Polri harus sama-sama kita, termasuk masyarakat. Jadi ada kesinkronisasi antara aturan pusat dan aturan daerah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perlunya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: BNPB Fokuskan Penanganan Gempa Flores pada SAR, Logistik dan Pemulihan Layanan Dasar
Koordinasi tersebut diperlukan agar informasi, kebijakan, dan langkah penanganan bencana dapat berjalan selaras sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menegaskan, proses konsolidasi tersebut akan dilakukan bersamaan dengan upaya mempercepat penanganan bencana yang membutuhkan perhatian.
“Jadi tentunya saya sebagai pejabat baru akan konsolidasi internal dulu ke dalam, mempelajari sekaligus langsung bergerak cepat untuk penanggulangan,” pungkasnya.