nasional

PWI dan Lemhannas Teken MoU, Perkuat Kapasitas Wartawan dan Ketahanan Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:57 WIB
Akhmad Munir dan Ace Hasan Syadzily Perbarui Kerja Sama PWI-Lemhannas

JAKARTA, MAHATVA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI memperbarui kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat wawasan kebangsaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong kontribusi pers dalam menjaga ketahanan nasional.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, bersama Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Turut mendampingi jajaran pengurus PWI Pusat, yakni Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamaji, serta Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu.

Baca Juga: Perkuat Keterbukaan Informasi, Ditjenpas Jabar Gandeng PWI

Kerja sama ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan dan pelatihan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Kedua lembaga juga menyepakati pertukaran informasi dan narasumber, penyelenggaraan kegiatan ilmiah, serta bidang kerja sama lain sesuai kebutuhan yang disepakati.

PWI Tegaskan Peran Wartawan dalam Menjaga Ketahanan Nasional

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menyambut baik pembaruan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi PWI dan Lemhannas bukan hal baru, melainkan kelanjutan hubungan yang telah terjalin cukup lama.

“Kami menyambut baik MoU antara PWI dengan Lemhannas. Kerja sama ini adalah pembaruan karena sebelumnya antara PWI dengan Lemhannas sudah terjalin kerja sama yang cukup lama,” kata Akhmad Munir seusai penandatanganan.

Baca Juga: PWI Jabar dan JHB Dorong Literasi AI, Dana Penipuan Siber Dilaporkan Capai Rp9,5 Triliun

Ia menjelaskan, anggota PWI di tingkat pusat maupun daerah telah mengikuti berbagai program Lemhannas, termasuk pendidikan wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara dengan durasi tiga hingga enam bulan.

Akhmad Munir menegaskan, PWI akan terus melanjutkan kolaborasi tersebut karena ketahanan nasional perlu dijaga di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

“Kami tentu akan terus melakukan kolaborasi ini karena kami sadar betul bahwa tantangan terhadap ketahanan negara itu harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut membutuhkan pemahaman dan sikap yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan wartawan dan komunitas pers.

Baca Juga: Dilantik di Gedung Merdeka, Tantan Sulthon Nahkodai PWI Jawa Barat Periode 2026–2031

Ia menilai, pers memiliki peran strategis karena wartawan tidak hanya memproduksi berita, tetapi juga mendistribusikan informasi yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan bangsa.

Halaman:

Tags

Terkini