Percepatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu antara tahap perencanaan dan realisasi produksi. Dengan demikian, proyek-proyek yang telah direncanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target lifting.
Percepatan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu antara tahap perencanaan dan realisasi produksi. Dengan demikian, proyek-proyek yang telah direncanakan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target lifting.
Oki menyoroti sejumlah pendekatan yang dapat diterapkan sesuai karakteristik reservoir, antara lain chemical enhanced oil recovery (chemical EOR), steamflood, multistage fracturing, pengembangan sumber daya nonkonvensional, Coil Tubing Drilling (CTD), serta Extended Reach Reservoir Access (ERRA).
Berbagai teknologi tersebut diharapkan membantu meningkatkan efektivitas pengambilan minyak dari reservoir dengan kondisi dan tantangan yang berbeda-beda.
Menurut Oki, salah satu pertanyaan mendasar dalam upaya peningkatan produksi adalah mengetahui lokasi sisa minyak yang masih dapat diambil dan menentukan metode paling efisien untuk memproduksikannya.
Pertamina juga didorong memperkuat pertukaran pengetahuan dan teknologi operasional atau Knowledge Sharing and Operational Technology (KSOT). Kolaborasi dengan perusahaan jasa migas, perguruan tinggi, serta mitra strategis sejak tahap perencanaan dinilai dapat mempercepat penerapan teknologi dan meningkatkan efektivitas operasi.
Di tengah target produksi yang lebih tinggi, keberhasilan tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah barel minyak yang dihasilkan.
Oki menekankan pentingnya menjaga biaya produksi per barel tetap kompetitif, meningkatkan keselamatan kerja, serta memperkuat arus kas perusahaan.
Dengan pendekatan tersebut, tambahan produksi diharapkan tidak sekadar meningkatkan volume lifting, tetapi juga memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi perusahaan dan negara.
Target WP&B Pertamina sebesar 412 ribu BOPD pada 2027 menjadi salah satu agenda penting dalam upaya meningkatkan produksi minyak nasional. Namun, pencapaiannya akan bergantung pada realisasi program kerja, efektivitas investasi, optimalisasi lapangan eksisting, dan keberhasilan penerapan teknologi.
Sinergi antara Pertamina dan SKK Migas menjadi faktor penting untuk memastikan target yang telah disepakati dapat diwujudkan menjadi tambahan produksi nyata, memperkuat ketahanan energi, serta mendukung penerimaan negara dari sektor hulu migas.
Salah satu tantangan utama Pertamina adalah mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi dari lapangan migas yang telah memasuki fase mature atau lapangan tua. Pada fase ini, produksi secara alamiah cenderung menurun sehingga membutuhkan intervensi teknis dan strategi pengelolaan reservoir yang tepat.Selain mengoptimalkan lapangan eksisting, Pertamina juga menempatkan percepatan investasi sebagai salah satu prioritas untuk mencapai target produksi 2027.
Artikel Terkait
SKK Migas Siapkan Teknologi untuk Cairkan 2,57 Juta Barel Minyak Deadstock
SKK Migas dan SAKA Energi Siapkan Tajak Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1
PSC MNK Rokan Diserahkan, SKK Migas Siapkan Dua Sumur Eksplorasi Lanjutan