BOGOR, MAHATVA.ID — Kabupaten Bogor mencatatkan capaian investasi yang menempatkannya di posisi ketiga realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat sepanjang 2025, setelah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Pada periode yang sama, investasi di Kabupaten Bogor juga tercatat menyerap 55.438 tenaga kerja, tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi.
Capaian tersebut memperlihatkan besarnya peran Kabupaten Bogor dalam aktivitas ekonomi regional. Dengan populasi lebih dari 5,7 juta jiwa, wilayah ini memiliki potensi pasar sekaligus sumber daya manusia produktif yang dapat mendukung pengembangan berbagai sektor usaha.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong penciptaan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan infrastruktur, pengembangan kawasan strategis, serta peningkatan kualitas pelayanan perizinan bagi pelaku usaha dan calon investor.
Baca Juga: 954 Atlet Disiapkan, Kabupaten Bogor Matangkan Perburuan Juara Umum Porprov 2026
Potensi Kawasan Jadi Modal Pengembangan Investasi
Kabupaten Bogor memiliki rencana peruntukan kawasan industri seluas 9.278 hektare yang tersebar di 16 kecamatan. Selain itu, terdapat rencana kawasan pariwisata seluas 8.105 hektare di 17 kecamatan.
Potensi pengembangan wilayah lainnya meliputi kawasan peternakan seluas 664 hektare di 10 kecamatan, kawasan perikanan budi daya seluas 992 hektare di delapan kecamatan, serta kawasan pertambangan dan energi seluas 1.337 hektare di delapan kecamatan.
Perencanaan tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan ekonomi daerah dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi setiap wilayah. Namun, rencana peruntukan kawasan perlu dibedakan dari lahan yang telah beroperasi atau siap digunakan untuk kegiatan investasi.
Baca Juga: Capaian Disdik Kabupaten Bogor 2026: Beasiswa, Insentif Guru PAUD, dan Prestasi Siswa
Di wilayah timur Kabupaten Bogor, seperti Klapanunggal, Cileungsi, Gunung Putri, hingga Jonggol, sektor industri dan manufaktur menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi. Kawasan ini berpotensi mendukung industri bernilai tambah, pusat inovasi, dan aktivitas logistik regional.
Sementara itu, wilayah barat, termasuk Tenjo dan Parung Panjang, diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan hunian mandiri serta pusat logistik yang terkoneksi dengan pusat-pusat ekonomi nasional.
Pariwisata dan Infrastruktur Didorong Beriringan
Baca Juga: Asian Para Games 2026: Lima Atlet NPCI Kabupaten Bogor Bela Indonesia
Selain industri dan manufaktur, Pemkab Bogor turut mendorong pengembangan sektor pariwisata dengan memperhatikan aspek pelestarian lingkungan. Potensi wisata alam dan Desa Konservasi Malasari menjadi bagian dari pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian ekologi.
Pengembangan kawasan industri, hunian, logistik, dan pariwisata membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu, peningkatan akses jalan dan konektivitas antarkawasan menjadi bagian penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Ketersediaan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan antarpusat kegiatan ekonomi dan mendukung kelancaran aktivitas usaha.
Artikel Terkait
Jaro Ade Pastikan Hasil Rakor Gubernur Jabar Ditindaklanjuti di Kabupaten Bogor
Dispora Kabupaten Bogor Perkuat PPOPM, Fasilitas dan Nutrisi Atlet Jadi Prioritas
BKK Kabupaten Bogor 2026, Pemdes Bojong Bangun Jembatan di Kampung Bojong