BOGOR, MAHATVA.ID — National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan atlet untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026 yang akan berlangsung di Bandung.
Persiapan dilakukan melalui latihan intensif dan try out untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengukur kesiapan para atlet sebelum menghadapi persaingan di ajang olahraga disabilitas tersebut.
Salah satu cabang olahraga yang terus melakukan persiapan adalah para tenis meja. Pelatih Kepala Para Tenis Meja NPCI Kabupaten Bogor, Budi Wahyono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 24 atlet untuk tampil pada Peparda 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 atlet merupakan atlet daksa dan tiga atlet tunanetra.
“Kami sudah mempersiapkan 24 atlet untuk bertanding pada Peparda 2026 di Bandung nanti, yang terdiri dari 21 atlet daksa dan tiga atlet tunanetra,” ujar Budi.
Untuk menjaga kesiapan fisik dan kemampuan teknis, para atlet menjalani latihan rutin setiap Senin hingga Jumat.
Latihan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Intensitas latihan tersebut menjadi bagian dari program persiapan agar para atlet dapat tampil optimal saat pertandingan.
Selain latihan rutin, try out juga dilakukan untuk mengukur perkembangan dan kesiapan atlet menghadapi atmosfer kompetisi.
Menghadapi Peparda 2026 di Bandung, cabang olahraga para tenis meja NPCI Kabupaten Bogor memasang target tinggi.
Budi Wahyono mengatakan timnya menargetkan 12 medali emas sekaligus berupaya membawa para tenis meja Kabupaten Bogor menjadi juara umum.
“Target kami di cabang olahraga para tenis meja adalah menjadi juara umum, dengan target meraih 12 medali emas pada ajang Peparda ini,” katanya.
Dengan persiapan yang dilakukan secara intensif, NPCI Kabupaten Bogor berharap para atlet para tenis meja dapat mencapai performa terbaik saat tampil di Peparda 2026.
Program latihan dan try out akan menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan atlet sebelum memasuki persaingan di Bandung.