berita

‎Maulid Akbar FPMM ke-16 di Bekasi: Umar Key Serukan Damai dan Kepedulian untuk Masyarakat Maluku ‎

Senin, 21 September 2026 | 15:57 WIB
‎Maulid Akbar FPMM ke-16 di Bekasi: Umar Key Serukan Damai dan Kepedulian untuk Masyarakat Maluku ‎

‎BEKASI, MAHATVA.ID -Pesan persaudaraan dan perdamaian menjadi ruh utama peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW ke-16 yang digelar keluarga besar Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) di Bekasi, Jawa Barat.
‎
‎Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Front Pemuda Muslim Maluku (DPP FPMM), H. Umar Key Ohoitenan, SH, menjadikan peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan masyarakat Maluku sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
‎
‎Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Masjid Ar-Romlah, Nirvana Regency, Kompleks Bina Lindung, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Sabtu (19/9/2026). Ratusan warga asal Maluku dan Maluku Utara yang menetap di wilayah Jabodetabek turut hadir.
‎
‎Sejumlah tokoh juga menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Anis Matta, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Anggota DPRD Kota Bekasi Eko Sutio Pramo, Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur G. Watubun, perwakilan Gubernur Maluku Syaiful Indra Patta, para habaib, ustaz, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.
‎
‎Maulid Berbalut Kepedulian Sosial
‎
‎Pelaksanaan Maulid Akbar FPMM tahun ini memiliki dimensi sosial yang cukup menonjol. Selain diisi pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tausiah dan doa bersama, panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
‎
‎Umar Key mengatakan, pelaksanaan Maulid ke-16 menjadi kesempatan bagi masyarakat Maluku di perantauan untuk kembali memperkuat tali silaturahmi.
‎
‎Menurut dia, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi agenda rutin organisasi, melainkan harus mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
‎
‎“Ini Maulid Akbar yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini Maulid yang ke-16 kali sejak berdirinya FPMM. Maulid kali ini sangat bermakna dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Umar, dikutip dari gemanusantara.net.
‎
‎Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW semestinya tidak berhenti pada ucapan maupun seremonial keagamaan. Nilai keteladanan Rasulullah, kata dia, perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, keadilan dan upaya menjaga hubungan antarsesama.
‎
‎Umar Serukan Perdamaian Masyarakat Maluku
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Umar Key secara khusus menyampaikan pesan perdamaian kepada masyarakat Maluku, terutama masyarakat dari dua negeri bersaudara pela di Ambon dan Seram.
‎
‎Ia mengajak masyarakat meninggalkan pertikaian dan mengedepankan hubungan persaudaraan.
‎
‎“Jangan lagi bertikai. Mari kita hidup baku kele, saling tawa dan berpelukan dalam damai. Karena damai itu indah,” tegasnya.
‎
‎Pesan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Maulid Akbar FPMM. Di tengah kehidupan masyarakat Maluku yang tersebar jauh dari daerah asal, Umar mengajak seluruh warga perantauan menjadikan persaudaraan sebagai kekuatan bersama.
‎
‎Sorotan terhadap Potensi Kekayaan Alam Maluku
‎

‎Selain berbicara mengenai persaudaraan dan perdamaian, Umar Key juga menyinggung posisi masyarakat Maluku dalam pembangunan nasional.
‎
‎Ia berharap pemerintah pusat melihat Maluku sebagai wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya kelautan yang penting bagi Indonesia.
‎
‎“Jangan melihat kita orang Maluku dengan sebelah mata. Sebab bangsa ini hidup dari semua hasil bumi, laut dan lainnya adalah kepunyaan orang Maluku,” ungkapnya.
‎
‎Umar berpandangan bahwa kekayaan alam Maluku perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
‎
‎Ia turut menyinggung Blok Masela, yang merupakan proyek strategis nasional pengembangan lapangan gas alam cair atau LNG di Laut Arafura, Provinsi Maluku.
‎
‎Menurut Umar, keberadaan sumber daya alam tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Maluku.
‎
‎“Kekayaan alam adalah karunia, tetapi keadilan adalah amanah,” tegasnya.
‎
‎‎Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban. Jamaah dari berbagai kelompok usia mengikuti rangkaian kegiatan hingga suasana malam Maulid diwarnai kegembiraan dan kebersamaan.
‎
‎Para penceramah juga mengingatkan jamaah bahwa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk menjaga akhlak, berlaku adil dan peduli terhadap sesama.
‎
‎Pesan tentang perdamaian dan kepedulian tersebut kemudian diwujudkan melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
‎
‎Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan Maulid dapat menjadi ruang keagamaan yang bersentuhan langsung dengan persoalan sosial masyarakat.
‎
‎Maulid Akbar FPMM ke-16 pun ditutup dengan pesan persaudaraan yang kuat dari tanah rantau.
‎
‎Umar Key mengajak masyarakat Maluku untuk menjaga kedamaian, mempererat hubungan antarsesama dan tidak membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan.
‎
‎“Rawat damai, jaga persaudaraan, dan jangan biarkan perbedaan memadamkan cahaya kasih sayang sesama anak Maluku,” pesannya.

Terkini