KENDAL, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian dan peternakan.
Terbaru, Lapas Terbuka Kendal berhasil memasarkan 650 pax pupuk kohe (kotoran hewan) giling dengan total berat lebih dari 3 ton ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026).
Pemasaran pupuk kohe tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Terbuka Kendal mengoptimalkan hasil kegiatan peternakan dengan mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.
Pengolahan kohe menjadi pupuk dilakukan untuk mendukung pemanfaatan hasil peternakan secara lebih optimal. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sumber pendapatan melalui program pembinaan kemandirian.
Staf Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Agus Trijayanto, mengatakan pemasaran pupuk kohe giling ke Cilacap merupakan hasil dari kegiatan pengolahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Pemasaran sebanyak 650 pax pupuk kohe giling dengan berat lebih dari 3 ton ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil peternakan yang kami kembangkan. Kami berupaya agar produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah dari kegiatan pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Kendal,” ujar Agus.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Nu’man Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Lapas dalam mengembangkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengolahan hingga pemasaran pupuk kohe juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran pupuk kohe giling ini, kami ingin terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal. Selain mendukung produktivitas sektor pertanian dan peternakan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Nu’man Fauzi.
Pengembangan pupuk kohe giling juga menjadi bagian dari keterpaduan kegiatan pembinaan berbasis agro yang dijalankan Lapas Terbuka Kendal.
Melalui pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pertanian. Dengan demikian, sektor peternakan dan pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas dapat saling mendukung.
Pemasaran produk hingga ke Kabupaten Cilacap juga menjadi langkah untuk memperluas pemanfaatan hasil kegiatan kerja yang dikembangkan Lapas Terbuka Kendal.
Ke depan, pengembangan pupuk kohe giling diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan untuk mendukung program pembinaan kemandirian, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.