BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menggelar Sosialisasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Akselerasi Pembangunan Perdesaan Tahun Anggaran 2026, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tajur Ade Safrudin, S.H., perwakilan Kecamatan Citeureup melalui Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) serta Kasi Pemerintahan (Pem), Sekretaris Desa, BPD, LPM, Babinsa, Babinkamtibmas, Binwil, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, serta unsur masyarakat lainnya.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya keterbukaan pemerintah desa dalam menyampaikan rencana penggunaan Bankeu Akselerasi 2026. Melalui forum tersebut, masyarakat dapat mengetahui program yang direncanakan sekaligus ikut mengawal pelaksanaannya.
Berdasarkan materi sosialisasi, Bankeu Akselerasi 2026 di Desa Tajur mencakup sejumlah kegiatan pada bidang infrastruktur maupun non-infrastruktur.
Pada bidang infrastruktur, program yang direncanakan meliputi betonisasi jalan desa di wilayah RW 003, RW 005, dan RW 007; pengaspalan jalan desa di RW 003 dan RW 002; serta betonisasi lahan parkir KDMP.
Sementara itu, program non-infrastruktur mencakup sejumlah kegiatan, di antaranya minimal satu sarjana satu desa, Dayeuh Pajajaran dan pengelolaan sampah, digitalisasi data desa, BPJS bagi pekerja rentan, pengadaan sarana keagamaan, pemberdayaan Karang Taruna, serta penanganan Tuberkulosis (TBC).
Kepala Desa Tajur, Ade Safrudin, mengatakan bantuan keuangan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun program pemberdayaan dan pelayanan sosial.
“Bantuan Keuangan Akselerasi ini tentunya akan kami laksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Kami ingin setiap program yang direalisasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan pembangunan di Desa Tajur,” ujar Ade.
Menurut Ade, pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian karena kondisi jalan yang baik dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap berbagai fasilitas pelayanan.
Namun, ia menegaskan pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program non-infrastruktur juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Pembangunan desa bukan hanya soal jalan atau pembangunan fisik. Ada juga pemberdayaan masyarakat, kesehatan, lingkungan, digitalisasi data dan perlindungan sosial. Karena itu, seluruh program harus berjalan secara seimbang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kecamatan Citeureup melalui Kasi Ekbang dan Kasi Pem turut memberikan arahan terkait pelaksanaan program Bankeu Akselerasi Tahun 2026.
Pemerintah desa diingatkan agar setiap kegiatan dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan teknis, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi serta akuntabilitas.
Pemdes Tajur juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program, mulai dari proses pembangunan hingga penyelesaian kegiatan. Partisipasi warga dinilai penting agar penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran.