Untuk perusahaan yang perizinan dan kewenangannya berada di pemerintah pusat, Pemkab Bogor akan menyampaikan rekomendasi serta berkoordinasi dengan kementerian terkait.
Sementara itu, perizinan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan perizinan lainnya sesuai kewenangan daerah, dapat ditindaklanjuti oleh Pemkab Bogor.
Rudy menekankan, persoalan pencemaran Sungai Cileungsi tidak hanya menyangkut masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat di wilayah lain.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kualitas sungai yang memiliki keterkaitan dengan sumber air baku bagi masyarakat di wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta.
“Perusahaan berinvestasi di Kabupaten Bogor supaya nyaman dan bersinergi dengan masyarakat. Ingat, Sungai Cileungsi airnya bukan hanya milik warga Kabupaten Bogor. Ini juga berkaitan dengan bahan air baku untuk Bogor, Bekasi dan Jakarta. Jadi harus dijaga bersama-sama untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Pemkab Bogor berharap seluruh perusahaan memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk melakukan pembenahan. Apabila tidak ada perbaikan dalam waktu 10 hari, langkah penegakan hukum akan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Dalam kesempatan berbeda, Pemkab Bogor juga menyoroti peran Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penanganan berbagai kejadian bencana.
PMI dinilai hadir di lapangan ketika terjadi bencana dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Pada 2026, Pemkab Bogor juga membangun gedung baru PMI yang diharapkan dilengkapi fasilitas bank darah. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 6,1 juta jiwa, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat secara bertahap.
Rudy menilai pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, PMI, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga kelompok masyarakat.
“Kita membangun Bogor tidak bisa sendiri. Harus berkolaborasi bersama-sama,” tutup Rudy.
Pemkab Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada para ulama, kiai, pimpinan organisasi Islam, serta masyarakat yang turut mendoakan kondisi Kabupaten Bogor. Hujan yang turun sebelumnya diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan di sejumlah wilayah.