Sumur tersebut berhasil menghasilkan produksi aktual sebesar 520 BOPD, lebih tinggi dibandingkan target sebesar 448 BOPD.
Dengan demikian, realisasi produksi mencapai sekitar 117 persen dari target.
Sumur PB-42 diproduksikan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) untuk mendukung optimalisasi pengangkatan fluida sekaligus menjaga tingkat produksi sumur.
Capaian tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak di WK Mahato sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan produksi migas nasional.
Keberhasilan PB-42 menjadi kombinasi positif antara pencapaian produksi, efisiensi waktu, dan pengendalian biaya.
Produksi yang melampaui target, penyelesaian pekerjaan tiga hari lebih cepat dari rencana, serta biaya aktual yang berada di bawah anggaran menjadi indikator positif pelaksanaan pengembangan sumur tersebut.
Djoko Siswanto juga memohon dukungan agar rangkaian kegiatan pengeboran, workover, hingga well service yang masih berlangsung sampai Desember dapat kembali memberikan hasil produksi yang optimal.
“Mohon doa, sisa kegiatan pengeboran, workover, dan well service sampai Desember juga menghasilkan produksi yang lebih besar dari target. Aamiin YRA,” ujar Djoko Siswanto.
Capaian Sumur PB-42 diharapkan menjadi bagian dari kontribusi berkelanjutan WK Mahato dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan ketahanan energi nasional.