KAMPAR, MAHATVA.ID – Komitmen pengembangan produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) Mahato, Kabupaten Kampar, Riau, kembali menunjukkan hasil positif.
Sumur Pengembangan PB-42 yang dikerjakan Texcal Energi Mahato Inc di Desa Petapahan, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, berhasil mencatat produksi aktual 520 barel minyak per hari (BOPD).
Capaian tersebut melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 448 BOPD, atau mencapai sekitar 117 persen dari target.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa keberhasilan Sumur PB-42 menjadi capaian positif dalam kegiatan pengembangan WK Mahato.
Sumur PB-42 merupakan sumur pengembangan dengan tipe horizontal yang menargetkan reservoir Bekasap Sand C. Penerapan teknologi pengeboran horizontal dilakukan untuk meningkatkan kontak lubang sumur dengan reservoir sehingga potensi produksi dapat dioptimalkan.
Pengeboran Sumur PB-42 menggunakan Rig BDSD#8 berkapasitas 1.500 HP hingga mencapai kedalaman akhir 7.655 kaki (ft).
Sumur tersebut memiliki panjang section horizontal sekitar 500 ft.
PB-42 mulai ditajak pada 17 Agustus 2026 dan berhasil diselesaikan pada 14 September 2026.
Dari sisi operasional, kegiatan pengeboran dan pengujian dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 29 hari, lebih cepat tiga hari dibandingkan rencana selama 31 hari.
Capaian tersebut menjadi indikator pelaksanaan kegiatan yang efektif dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan.
Selain dari sisi waktu, pelaksanaan pengeboran PB-42 juga mencatat efisiensi dari sisi biaya.
Biaya aktual tercatat sekitar 91 persen dari biaya yang direncanakan. Dengan biaya plan sebesar US$5.457.019, estimasi biaya aktual mencapai sekitar US$4.961.676.
Efisiensi tersebut menunjukkan adanya pengendalian biaya dalam pelaksanaan kegiatan pengeboran, tanpa mengurangi pencapaian sasaran teknis maupun target produksi sumur.
Capaian utama Sumur PB-42 terlihat dari hasil produksinya.