Artinya, atlet yang terjaring nantinya diharapkan memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan dan pematangan kemampuan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi Perbasi Kabupaten Bogor untuk membangun regenerasi atlet secara lebih terencana, sehingga tidak hanya mengandalkan persiapan menjelang pelaksanaan Porprov.
Para atlet yang lolos seleksi selanjutnya akan dibina di bawah naungan DPC Perbasi Kabupaten Bogor.
Meski demikian, Yomi menegaskan bahwa status atlet dalam tim pembinaan tidak bersifat permanen. Perbasi Kabupaten Bogor tetap menerapkan sistem promosi dan degradasi.
Sistem tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memastikan atlet yang berada dalam program pembinaan benar-benar menunjukkan perkembangan dari sisi kemampuan, kedisiplinan, performa, serta kesiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Dengan persiapan yang dimulai sejak 2026, DPC Perbasi Kabupaten Bogor menargetkan lahirnya generasi atlet basket yang mampu bersaing dan membawa nama Kabupaten Bogor di berbagai level kompetisi, baik Jawa Barat maupun nasional.