berita

Kebakaran TPA Galuga, Dinkes Bogor Terjunkan Tim Kesehatan ke Posko Cimangir

Kamis, 10 September 2026 | 00:30 WIB
Kebakaran TPA Galuga, Dinkes Bogor Terjunkan Tim Kesehatan ke Posko Cimangir

BOGOR, MAHATVA.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor terus memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan petugas yang terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Tim kesehatan diterjunkan ke Posko Cimangir untuk memastikan kondisi kesehatan warga maupun petugas yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran tetap terpantau.

Petugas kesehatan Posko Cimangir, Sugeng Wibisono, mengatakan tim Dinkes ditugaskan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak maupun petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Tim Dinas Kesehatan diterjunkan untuk membantu penanganan bencana kebakaran tempat pembuangan sampah Galuga, khususnya di bidang kesehatan. Tugas kami memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak dan juga petugas,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, selama dua hari pelayanan di posko, keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan iritasi mata.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena warga dan petugas berada di sekitar lokasi yang terdampak asap kebakaran.

Dinkes memastikan ketersediaan obat di posko mencukupi. Setiap warga maupun petugas yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga dipastikan mendapatkan penanganan.

“Obat yang diberikan oleh Dinas Kesehatan cukup, dan semua warga maupun petugas yang datang berobat ke sini kami layani,” jelasnya.

Sugeng mengimbau para petugas yang berada di sekitar lokasi kebakaran agar menjaga kondisi kesehatan, terutama dengan disiplin menggunakan masker.

Paparan asap dan partikel hasil pembakaran dalam waktu cukup lama dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“Kepada petugas, diharapkan menjaga kesehatan, terutama penggunaan masker. Kalau tidak menggunakan masker, satu, dua, tiga hari petugas sendiri berpotensi terkena ISPA akut,” katanya.

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang penting, khususnya bagi petugas yang harus bekerja dalam waktu lama di sekitar area terdampak asap.

Selain petugas, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Sugeng mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi belum sepenuhnya aman. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap dan debu.

Halaman:

Terkini