berita

SKK Migas Siapkan Teknologi untuk Cairkan 2,57 Juta Barel Minyak Deadstock

Rabu, 9 September 2026 | 11:27 WIB
SKK Migas Siapkan Teknologi untuk Cairkan 2,57 Juta Barel Minyak Deadstock

JAKARTA, MAHATVA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan langkah untuk mengoptimalkan produksi minyak yang selama ini berstatus deadstock dan tersimpan di tangki-tangki Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pihaknya telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk pelaksanaan proyek percontohan perdana guna mencairkan minyak tersebut sehingga dapat kembali diangkat atau lifting.

“Alhamdulillah, telah ditandatangani LoI, pilot proyek perdana untuk mencairkan produksi minyak yang telah berada di tangki-tangki KKKS, untuk di-lifting, menggunakan teknologi bakteria, chemical dan mekanik,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, minyak yang telah diproduksikan dari sumur-sumur minyak tersebut menghadapi persoalan sifat fisik crude. Dalam kondisi temperatur dan tekanan permukaan, sebagian minyak mengendap di dasar tangki dan membeku sehingga tidak dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan lifting.

Kondisi tersebut menyebabkan minyak masuk dalam status deadstock.

Djoko mengungkapkan, total minyak yang berada dalam kondisi deadstock tersebut mencapai sekitar 2,57 juta barel dan tersebar di berbagai KKKS.

Upaya pencairan minyak menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan kembali produksi yang telah dihasilkan dari kegiatan hulu migas.

Melalui proyek percontohan tersebut, SKK Migas mendorong pemanfaatan kombinasi teknologi berupa bakteria, bahan kimia (chemical), dan metode mekanik untuk menangani minyak yang mengendap dan membeku di dalam tangki.

Jika proses pencairan berjalan sesuai rencana, minyak yang sebelumnya berstatus deadstock tersebut diharapkan dapat kembali di-lifting dan memberikan nilai tambah bagi kegiatan usaha hulu migas.

Djoko berharap upaya tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga minyak yang saat ini masih berada di berbagai tangki KKKS dapat dicairkan dan kemudian di-lifting.

Ia juga meminta dukungan dan doa agar proyek percontohan tersebut berhasil.

“Mohon dukungan dan doa agar minyak-minyak tersebut dapat dicairkan dan di-lifting. Aamiin YRA,” tutur Djoko.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan setiap potensi produksi minyak yang telah tersedia, termasuk minyak yang selama ini belum dapat di-lifting karena karakteristik fisiknya.

Keberhasilan teknologi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi deadstock sekaligus meningkatkan optimalisasi pemanfaatan minyak hasil produksi KKKS.

Halaman:

Terkini