berita

560 ASN Kabupaten Bogor Ikuti Profiling 2026, Perkuat Manajemen Talenta Berbasis Data

Senin, 7 September 2026 | 07:24 WIB
560 ASN Kabupaten Bogor Ikuti Profiling 2026, Perkuat Manajemen Talenta Berbasis Data

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) melalui pelaksanaan Profiling ASN Tahun 2026, yang merupakan bagian dari program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Profiling ASN Tahun 2026 di Kabupaten Bogor dilaksanakan pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 dan diikuti sebanyak 560 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor dengan fasilitasi Kantor Regional III BKN.

Profiling ASN merupakan program nasional yang bertujuan memetakan potensi, kompetensi serta profil individu ASN secara digital. Pemetaan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penerapan manajemen talenta di lingkungan instansi pemerintah.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri, mengatakan pelaksanaan profiling menjadi langkah strategis dalam membangun basis data ASN yang objektif dan akurat.

“Profiling ASN ini menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi dan kompetensi setiap ASN secara lebih objektif. Hasilnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penempatan ASN sesuai potensi dan kebutuhan organisasi,” ujar Yunita.

Menurutnya, data yang dihasilkan melalui profiling dapat membantu pemerintah daerah dalam mengenali potensi masing-masing ASN. Dengan demikian, pengembangan sumber daya aparatur dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan yang terpetakan.

Yunita menjelaskan, penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan dapat mendorong pengelolaan ASN yang semakin profesional dan berbasis sistem merit.

“Dengan adanya profiling ini, kami berharap talenta-talenta ASN dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pengembangan karier dan peningkatan kompetensinya dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Manajemen talenta memungkinkan organisasi menempatkan pengembangan kompetensi dan karier ASN berdasarkan potensi serta kebutuhan organisasi.

Langkah tersebut juga diharapkan mendukung terbentuknya aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidang tugas sekaligus mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pemerintahan dan pelayanan publik.

Yunita menambahkan, pelaksanaan Profiling ASN Tahun 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita sekaligus pencapaian visi dan misi kepala daerah melalui penguatan kualitas sumber daya aparatur.

“ASN adalah salah satu kekuatan utama dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan setiap ASN dapat berkembang sesuai potensi dan kompetensinya serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” tambahnya.

Ia menilai kualitas ASN menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Halaman:

Terkini