Berikut imbauan resmi bagi warga:
Satu: Wajib gunakan masker-bukan sekadar gaya, melainkan melindungi paru-paru dari partikel berbahaya
Dua: Batasi aktivitas luar ruangan-tetap di dalam rumah jika udara terasa tebal atau pandangan kabur
Tiga: Bersihkan abu dengan cara basah, jangan disapu kering agar tidak beterbangan kembali; gunakan kain lembap atau penyedot debu berfilter HEPA.
Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang tidak bertanggung jawab. Banyak foto dan video lama bencana masa lalu yang beredar ulang dengan klaim tidak benar, memicu kepanikan berlebihan.
"Hanya percayai informasi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan BPBD setempat. Jangan sebarkan berita sebelum diverifikasi kebenarannya," tegas pihak BPBD.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wilayah perkotaan seperti Tangerang-kerentanan terhadap bencana alam tidak mengenal batas wilayah. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem informasi hingga ke tingkat RT/RW agar peringatan dini dapat tersampaikan dengan cepat dan tepat.
Langit Tangerang mungkin masih kelabu dalam waktu dekat. Namun dengan kewaspadaan kolektif, kepatuhan terhadap imbauan resmi, dan informasi yang akurat, masyarakat dapat melewati masa ini dengan selamat. Keselamatan adalah prioritas utama di darat, di udara, maupun di tengah kabut abu.