berita

Gus Ipul Jelaskan Penyebab Desil DTSEN Berubah: Masuk 12 Juta Data Baru BKKBN

Sabtu, 5 September 2026 | 08:50 WIB
Gus Ipul Jelaskan Penyebab Desil DTSEN Berubah: Masuk 12 Juta Data Baru BKKBN

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap penyebab terjadinya perubahan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 3 yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, perubahan desil yang cukup signifikan terjadi setelah masuknya sekitar 12 juta data baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Data tersebut sebelumnya belum seluruhnya melalui proses verifikasi dan validasi sehingga menyebabkan perubahan atau lonjakan pada pemeringkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat,” kata Gus Ipul dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).

Untuk membenahi perubahan tersebut, pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data bersama pemerintah daerah.

Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, sekaligus memastikan data yang digunakan dalam berbagai program pemerintah semakin tepat.

Gus Ipul mengatakan proses stabilisasi, perapian, verifikasi dan validasi data terus dilakukan. Ia berharap dalam satu hingga dua minggu ke depan data DTSEN dapat menjadi semakin akurat.

“Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat,” ujar Gus Ipul.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa perubahan desil dalam data DTSEN tidak serta-merta membuat seseorang langsung dicoret dari daftar penerima bantuan sosial atau bansos.

Penetapan penerima bantuan tetap dilakukan berdasarkan mekanisme dan periode penyaluran yang telah ditentukan.

“Tidak serta-merta orang yang sekarang desilnya berubah, itu otomatis dicoret (bansosnya). Karena masih menunggu penetapan pada awal bulan penyaluran,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, lonjakan atau perubahan posisi desil yang terjadi dalam proses pemutakhiran data saat ini tidak otomatis menyebabkan bantuan sosial hilang.

Sementara itu, untuk program Penerima Bantuan Iuran (PBI), proses pembaruan dilakukan dengan periode bulanan.

“Sementara untuk PBI itu setiap bulan sekali,” ujarnya.

Halaman:

Terkini