berita

Hadiri EEF 2026 sebagai Tamu Kehormatan, Prabowo Dorong Jembatan Ekonomi Indonesia-Rusia

Sabtu, 5 September 2026 | 08:45 WIB
Hadiri EEF 2026 sebagai Tamu Kehormatan, Prabowo Dorong Jembatan Ekonomi Indonesia-Rusia

MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026), sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.

Forum ekonomi yang berlangsung pada 1 hingga 4 September 2026 tersebut mengusung tema “The Far East: Development for the Benefit of the People” dan menjadi ajang pertemuan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, serta para ahli dari Rusia dan berbagai negara.

Dalam sesi utama forum, Presiden Putin menjadi pembicara pembuka sebelum Presiden Prabowo menyampaikan pidatonya sebagai tamu kehormatan utama. Forum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pandangan dari tiga tamu lainnya, yakni Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, serta Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Ding Xuexian.

Dalam pidatonya, Presiden Vladimir Putin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pemimpin dan delegasi dari berbagai negara pada Eastern Economic Forum ke-11.

Putin menekankan pentingnya kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi global yang memiliki peran besar dalam menentukan laju perkembangan perekonomian dunia.

“Kawasan Asia-Pasifik merupakan pusat pertumbuhan yang kuat dan menentukan laju pembangunan bagi seluruh perekonomian global,” ujar Presiden Putin.

Menurutnya, Rusia menjadi salah satu negara yang aktif terlibat dalam kerja sama investasi dan perdagangan di kawasan Asia-Pasifik. Pemerintah Rusia, kata Putin, terus membangun hubungan dengan berbagai mitra berdasarkan prinsip kesetaraan.

“Arah strategis kami adalah menjadikan Timur Jauh sebagai wilayah kerja sama dan perubahan dinamis di bidang ekonomi dan infrastruktur, dalam pengembangan teknologi dan pelatihan tenaga kerja, dan tentu saja di bidang sosial,” kata Presiden Putin.

Sementara itu, Presiden Prabowo mengawali pidatonya dengan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Putin, Pemerintah Federasi Rusia dan Roscongress Foundation atas undangan untuk hadir dan berbicara dalam forum tersebut.

Prabowo menyebut kunjungannya ke Rusia kali ini sebagai kunjungan keduanya pada tahun yang sama. Ia berharap hubungan Indonesia dan Rusia dapat semakin kuat serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Saya berharap dapat membalas keramahan yang diberikan Rusia kepada saya dan menyambut Presiden Putin serta banyak dari Anda di Indonesia,” kata Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Kepala Negara juga memaparkan alasan Indonesia berupaya membangun jembatan yang lebih kuat dengan kawasan Rusia Timur Jauh dan Eurasian Economic Union (EAEU).

Menurut Presiden Prabowo, posisi strategis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik memberikan peluang besar untuk memperkuat konektivitas dan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

“Indonesia, yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, berupaya membangun jembatan yang lebih kuat ke Timur Jauh Rusia dan ke Uni Ekonomi Eurasia,” ungkapnya.

Halaman:

Terkini